Motret keindahan kota Teheran dari Milad Tower

/ 06.42.00

Setiap mengunjungi kota di suatu negara atau daerah di Indonesia, yang saya cari adalah tempat yang tinggi untuk motret landscape kota. Saya paling suka motret cityscape. Begitupun ketika ke Tehran, setelah browsing ke sana ke mari akhirnya ketemu deh Milad Tower yang merupakan tempat paling afdol untuk motret landscape kota Teheran. :). Salah satu contohnya adalah foto di atas ini.

Setiap mengunjungi kota di suatu negara atau daerah di Indonesia, yang saya cari adalah tempat yang tinggi untuk motret landscape kota. Saya paling suka motret cityscape. Begitupun ketika ke Tehran, setelah browsing ke sana ke mari akhirnya ketemu deh Milad Tower yang merupakan tempat paling afdol untuk motret landscape kota Teheran. :). Salah satu contohnya adalah foto di atas ini.
Continue Reading

Sebelum berangkat ke Teheran saya sudah browsing tempat-tempat mana yang wajib dikunjungi. Istana Golestan atau Golestan palace ini masuk dalam daftar pertama tempat yang saya kunjungi.

Istana Golestan pernah dipakai sebagai kompeks kerajaan di era pemerintahan Qajar. Istana ini merupakan bangunan paling bersejarah di Iran dan mewarisi arsitektur kuno Persia. Ruangan dalam istana ini seperti permata dan berkilau, karena dihiasi dengan potongan kaca yang sangat gemerlap.



Iran, mungkin salah satu negara yang masih jarang kedatangan turis. Maklum saja, Iran hampir enam tahun di diberi sanksi dan embargo oleh negara barat akibat pengembangan nuklirnya. Awal tahun ini akhirnya sanki dan embargo atas Iran di cabut. Kondisi ini ikut meningkatkan kunjungan turis ke Iran. Wajar saja, Iran atau Persia merupakan salah satu lokasi peradaban tertua di dunia dengan pemukiman perkotaan bersejarah sejak 4.000 tahun sebelum masehi.


Pertama kali dengar ingin jalan-jalan Iran, sebagian keluarga dan teman kami kaget. "ngapain ke Iran, memang aman di sana?" atau mereka bertanya, katanya "kalau paspor nya ada visa Iran, katanya  susah dapat visa Amerika Serikat dan Eropa?"

Hmm... pertanyaan-pertanyaan ini justru terus mengusik saya dan tetap pingin liat Iran. Toh paspor saya habis 2019 dan belum tentu juga saya akan ke Amrik. Hehehehe... :P. Jadi rencana mampir ke Teheran jalan terus.


Dari stasiun metro di Tajrish kami turun di stasiun metro dekat Grand Bazaar Tehran, karena lokasi stasiun metro ini dekat dengan Istana Golestan. Istana Golestan hari jumat buka jam 13.00 hingga 17.00. Waktu yang sempit ini harus dimanfaatkan untuk keliling istana yang arsitekturnya sangat cantik. Istana Golestan menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Iran, terutama di Teheran.





Setelah terbang sekitar 7 jam dari Kuala Lumpur, akhirnya menjelang tengah malam kami tiba di bandara Internasional Teheran Imam Khomeini. Karena sudah mengurus visa dari Jakarta, kami dengan mudah melewati imigrasi dan mengambil bagasi. Sebelum mencari taksi, saya menukar dolar dengan mata uang Iran Riyal.

Taksi dengan mudah dijumpai di depan bandara. Walaupun saat itu dini hari, sekitar pukul satu malam, tapi supir taksi masih banyak. Jadi dengan mudah kami menuju hotel. Sampai hotel sekitar jam 2 pagi. Karena besok pagi kami harus memanfaatkan waktu seharian untuk keliling kota Teheran. Mau kemana?


Pulau Labengki dan Sombori di Sulawesi Tenggara juga terkenal dengan gua-gua nya. Salah satunya yang ada di pulau Labengki adalah gua kolam renang. Nah... lucu ya namanya, gua kolam renang. Ternyata setelah melihat langsung, gua ini dalamnya memang mirip kolam renang. Penasaran? :)


Berlibur ke rumah nenek mungkin hal biasa, tapi rumah nenek yang satu ini benar-benar istimewa. Rumah nenek di Sombori, Sulawesi Tengah ini terletak di sebuah blue lagoon dengan perairannya yang tenang, jernih dan berwarna hijau toska. Waaah.. jadi pingin nyebur :P



Setelah melihat foto-foto Labengki dan Simbori di Internet, kami tertarik juga untuk ke sana. Akhirnya Libur panjang waisak bulan Mei lalu, kami ke labengki dan Sombori. Supaya lebih murah, kami mengajak 2 orang kawan, jadi berempatlah ke Sulawesi. 


Sekilas foto di atas memang seperti di Pianemo, Raja Ampat. Tapi ini bukan di Raja Ampat, ini di Pulau Somboli, Sulawesi. Saat ini pulau Somboli memang belum sepopuler Pianemo, Raja Ampat. Namun ke depannya, tempat ini punya potensi juga untuk terkenal. Apalagi lebih dekat dari Jakarta dibandingkan Raja Ampat.



Selama ini Gili Trawangan adalah pulau yang paling terkenal dibandingkan 2 pulau yang letaknya berdekatan, yaitu Gili Air dan Gili Meno. Padahal Gili lain, terutama Gili Air dan Gili Meno gak kalah cantiknya dari Gili Trawangan.



Pura Batu olong bukan cuma ada di Bali. Di lombok, tepatnya dekat pantai Senggigi juga ada pura batu bolong. Kesamaannya dari tempat ini adalah, sama-sama jadi lokasi paling pas buat menikmati senja. Karena pura ini tepat menghadap matahari terbenam. :)




Lampung Selatan, wilayah yang dekat dengan Jakarta ini ternyata punya spot-spot menyelam dan snorkeling yang gak kalah keren dengan tempat lain. Kalau orang bilang spot snorkeling atau menyelam di Pahawang mulai rusak, nah di di sekitar pulau Sebesi, Umang-umang dan Sebuku, spot menyelam masih lumayan bagus. Bahkan banyak karang-karang baru yang tumbuh. Penasaran? hehehehe


Pulau Bangka terkenal sebagai penghasil timah di dunia. Maka tak heran, sejumlah sudut pulau ini banyak yang rusak dan daratannya membentuk lubang, akibat penambangan timah. Timah bukan hanya ditambang oleh perusahaan besar seperti PT Timah, tapi juga penambang rakyat.

Namun siapa sangka, ternyata bekas tambang timah yang ditinggalkan bertransformasi menjadi danau berair biru yang sangat Indah. Sekilas bila melihat fotonya, danau ini seperti di negara empat musim dengan salju di kiri-kanan danau. hehehehe...:p

Saat terbaik untuk melihat danau ini adalah menjelang senja. Air danau akan memantulkan warna jingga matahari yang mulai tergelincir.



Selain wisata, jajanan kaki lima di Korea Selatan, khususnya di Seoul adalah salah satu incaran saya. Di Jakarta, saya hanya mengenal beberapa jajanan Korea, diantarannya Tteokbokki alias kue beras dengan saus pedas dan pajeon alias pancake. Selain Tteokbokki dan pajeon, ternyata masih banyak lagi jajanan kaki lima yang membuat lidah bergoyang.


Korea Selatan sangat terkenal dengan kuil-kuil budha yang indah. Kuil ini tersebar hampir di seluruh pelosok. Bahkan kota Sebesar Seoul juga memiliki kuil dan masih terpelihara dengan baik. Salah satu kuil yang paling populer di Korea adalah Geumsansa. Bangunan kuil Geumsansa ini dibangun kembali pada abad 17, setelah dihancurkan dalam perang. Bayangin deh, kuil tingkat tiga yang terbuat dari kayu ini bisa bertahan selama ratusan tahun, hebat ya? Apa di sana gak ada rayap ya? :p



Terasering yang paling terkenal di Indonesia ada di desa Ubud Bali. Terasering atau bercocok tanam di lereng bukit dengan sistem berunduk-unduk ini sangat cantik bila dilihat dari kejauhan. Selain di Bali, satu lagi terasering yang cukup terkenal, yaitu di Majalengka Jawa Barat. Uniknya, terasering ini bukan untuk menanam padi, namun menanam daun bawang, bawang merah hingga kentang.


Korea Selatan memiliki banyak lokasi yang mempertahankan keberadaan rumah tradisionalnya atau disebut hanok. Di Seoul, Hanok Village atau kampung yang penuh dengan rumah tradisional Korea ada beberapa tempat. Salah satunya adalah Bukchon hanok village.

Namun bila kamu ingin merasakan rumah-rumah tradisonal korea atau hanok village yang lebih banyak dan beragam, datanglah ke kota Jeonju. Berjalan-jalan di kota ini serasa kembali ke Korea di masa lampau, terutama di Jeonju hanok village.

Bandung Selatan memiliki banyak tempat wisata yang indah-indah. Kebanyakan adalah wisata alam di pegunungan. Salah satu tempat wisata yang wajib kamu kunjungi adalah Kawah Putih. Kawah yang berada di gunung Patuha ini lebih dikenal dengan nama kawah putih dibandingkan kawah Patuha. Sebab para pengunjung yang datang ke tempat ini hanya mengingat hawahnya yang berwarna putih dan hijau muda.

Menjelajahi kota Seoul menurut saya yang paling mudah adalah menggunakan Subway alias kereta bawah tanah. Subway ini menjangkau daerah-daerah di tengah kota hingga pinggiran Seoul. Apalagi subway di Seoul ini sudah terintegrasi dengan angkutan umum lain, seperti bus kota dan bus tujuan luar kota. Bahkan, beberapa subway di Seoul juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan seperti di Yongsan. Sehingga kamu gak usah repot-repot untuk keluar masuk stasiun. :)


Ingin traveling ke Korea Selatan saat musim gugur atau autumn? Datanglah ke Naejangsan. Gunung yang terletak di provinsi Jeolla-do ini menawarkan pemandangan paling cantik di Korea Selatan saat musim gugur. Jalan-jalan menuju ke Naejangsan dipagari dengan pohon-pohon maple, yang daunnya berwarna merah dan kuning. Kebayangkan indahnya jalan yang kita lalui menuju gunung ini.


Buat kamu yang suka menyelam atau snorkeling, dan mau ke Raja Ampat atau sudah pernah ke Raja Ampat dan mau balik lagi, kamu wajib datang ke Desa Arborek. Kenapa desa Arborek dan bukan Wayag atau Painemo, sebagai ikonnya raja Ampat? Yup karena under waternya Arborek ini luar biasa.


Ingin cari oleh-oleh di Seoul dengan harga lebih miring ? Pergilah ke pasar Namdaemun. Setelah saya sempat berkeliling ke sejumlah pusat perbelanjaan di Seoul, Korea Selatan, ternyata harga oleh-oleh dan pernak-pernik di pasar Namdaemun lebih murah dibandingkan di tempat lain.


Travelling ke Korea tanpa beli kosmetik rasanya kurang lengkap. Hampir semua turis asing yang berkunjung ke Korea pasti beli kosmetik, baik untuk sendiri maupun untuk oleh-oleh. Yah.. minimal beli maskerlah. hahahaha


Nama Gili Nanggu sering sekali saya dengar. Sejumlah teman merekomendasikan tempat ini untuk snorkeling selama di Lombok. Saya sendiri belum pernah mencoba snorkeling di pulau ini. Karena penasaran, ketika ke Lombok awal tahun 2017, saya mencoba snorkeling ke Gili Nanggu. Tapi... lagi-lagi saya kecewa.

Instagram