Vlog Berenang bersama Hiu di Raja Ampat

/ 08.00.00






Salah satu impian saya ke Raja Ampat adalah mengunjungi Wayag. Dari foto-foto yang tersebar di dunia maya, keindahan Wayag memang tiada duanya. Namun, setelah saya berkunjung ke Raja Ampat, ternyata ke Wayag gak semudah yang dibayangkan. Kenapa? Lokasinya yang jauh membuat kita harus menyewa kapal lebih besar dan mahal. Buat Kami berdua, kok kayaknya berat banget. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Pianemo, alias Wayag kecil... loh? Tapi jangan khawatir kedua tempat ini sama-sama indah :)


Istana Topkapi di Istanbul Turki persis berada di dekat selat Bosphorus. Dari jauh bangunan istana yang sekarang menjadi museum ini amat  megah dan menjadi satu-satunya istana tertua yang berdiri hingga saat ini. Benteng yang memagari sekitar istana membuatnya terlihat lebih kuat dan kokoh. Turki di era kekaisaran Ottoman pernah menjadi bangsa besar yang menguasai banyak negara, termasuk negara-negara Arab. Tak heran bila museum ini menyimpan peninggalan sejarah penyebaran agama Islam, seperti pedang Nabi Muhammad SAW.



Bulan lalu saya ke Bandung untuk menghadiri acara seminar yang ditugaskan oleh kantor dan harus sampai jam 9 pagi. Padahal  lalu lintas menuju Bandung kalau pagi macetnya gak nahan, serasa pindah parkir.  Kalau naik mobil, sampai bandung bisa jam 11 siang. Phuuff...


Setelah konsultasi sana-sini, semua teman menganjurkan naik kereta api dari stasiun Gambir ke Bandung, dengan kereta paling pagi yaitu jam 5 lewat dikit.

Untung saja saya sudah menyiapkan tiket ke acara yang diminta datang oleh kantor sejak dari Jakarta. Jadi sampai Bandung gak perlu repot-repot cari tiket. Selama ini saya cari tiket konser, seminar atau pertunjukkan olahraga di Tokopedia.  Promo events ini memudahkan saya buat cari tiket apa aja. Oh ya buat kamu yang mungkin juga butuh bisa langsung klik linknya ya.

Petama yang terlintas rasanya berat banget, harus bangun pagi dan pesan taksi, lalu masih ngantuk nunggu kereta ke Bandung. Belum lagi kalau kereta telat, yakin gak ya sampai Bandung jam 9 pagi. Walau di tiket yang saya beli, kereta dijadwalkan sampai Bandung jam 8.30 an pagi.

Tapi ternyata setelah dijalani, asyik-asyik aja kok. Saya malah bisa menikmati perjalanan pagi ini ke Bandung. Maklumlah, saya dah lama banget gak naik kereta ke Bandung.

Tepat jam 5 lebih sedikit kereta sudah berangkat on time. Dari rumah saya dah niat buat tidur di kereta, tapi ternyata sama sekali gak bisa tidur. Bukan karena keretanya gak nyaman, tapi karena pemandangan matahari terbit selama perjalanan menggoda untuk difoto. Nah, kalau kamu suka naik kereta api, coba deh tengok ke luar jendela... :)


Apalagi jalur ke arah Bandung jalannya berbukit-bukit. Kabut pagi masih tersisa menutupi bukit dan pepohonan membentuk siluet yang indah.


Suasana ini membawa saya kembali ke masa kecil. Saat saya masih sekolah, kami sekeluarga sering mudik lebaran ke kampung halaman Bapak di Magetan, Jawa Timur. Biasanya kami, anak-anaknya memilih naik kereta lewat Madiun dibandingkan naik mobil sendiri. Bukan karena takut lewat Alas Roban (waktu saya kecil Alas Roban masih hutan lebat dan gelap), tapi karena kami suka dengan pemandangan saat pagi ketika kereta mulai masuk kota ini.

Ingatan yang paling jelas adalah jejeran kebun tebu yang masih ditutupi kabut pagi sepanjang perjalanan. Kebun tebu yang diselimuti kabut ini tampak keemasan oleh pantulan sinar matahari pagi. Aaah.. sungguh indah. Saya bersama Bapak sudah ada di depan pintu kereta yang tertutup untuk menikmati pemandangan ini. Rasanya sampai sekarang kenangan itu gak hilang-hilang. Andaikan saat itu kami dah punya kamera, pastilah banyak yang bisa didokumentasikan :) 


Menurut saya, mudik lebaran paling enak adalah naik kereta api. Selain terhindar dari kemacetan, juga sampai ketujuan tepat waktu. Apalagi kereta api sekarang punya fasilitas yang lebih baik. Misalnya saja gerbong semua kelas, mulai ekonomi sampai eksekutif ber-AC. Toiletnya juga bersih, dan ada petugas yang mengontrol kondisi toilet. Yang paling penting aman, karena pintu kereta ditutup. Jadi pedagang gak bisa keluar-masuk kereta api seperti dulu. 

Dulu untuk beli tiket kereta mudik lebaran harus antre di stasiun Gambir atau stasiun Senen jauh hari sebelum berangkat. Antrean bisa panjaang dan berjam-jam. Bahkan bisa antre sejak malam agar bisa dapat tiket. Tapi sekarang ini, di era digital kita gak usah bersusah payah antre beli tiket. Salah satu website, seperti Tokopedia promo mudik lebaran 2018 . Penjualan tiket kereta api di Tokopedia ini sudah di buka 3 bulan sebelum hari raya Idul Fitri. 

Saat mudik jangan lupa untuk mengabadikan tempat-tempat cantik disepanjang jalan. Mulai dari sawah, stasiun dengan arsitektur kuno hingga kereta api tua yang ditumpuk-tumpuk, seperti di stasiun Cikampek. Di jamin, mudik kamu bakalan berkesan dan serasa wisata. 








Apalagi buat kamu yang punya kampung halaman dekat lokasi wisata. Misalnya kayak di Semarang, kamu bisa mampir ke beberapa tempat wisata yang gak kalah keren. Misalnya saja untuk di dalam kota ada Lawang Sewu, museum kereta api yang dulu katanya serem sekarang malah jadi tempat wisata. Kamu bisa baca ulasannya di tulisan saya sebelumnya soal wisata ke Lawang Sewu. Kalau kamu ingin keluar kota semarang untuk berenang-renang di laut, bisa mampir ke Karimun Jawa.

Atau buat kamu yang mudik ke Yogyakarta dan Sekitar Jawa Tengah, bisa mampir ke candi Borobudur atau Candi Prambanan. Bila kamu suka motret, kamu bisa melihat Candi Borobudur dari kejauhan di Punthuk Setumbu. Bagaimana untuk ke Punthuk Setumbu, kamu bisa buka tuliasan saya bagaimana melihat candi Borobudur dari Punthuk Setumbu.


Sedangkan untuk yang berada di Jawa Timur, kamu bisa mampir ke sejumlah tempat wisata yang ada di kota kamu. Di Banyuwangi ada Gunung Ijen, pulau pantai merah, Taman Nasional Baluran atau nyebrang ke pulau menjangan di Bali. Buat yang di Malang, bisa mampir ke Bromo atau ke Jatim Park dan museum transportasi.

Di jamin mudik lebaran kamu bukan sekedar silaturahmi tapi juga berwarna, lebih indah dan pastinya lebih segar dan happy sampai Jakarta :)

Seperti saya yang happy sampai Bandung tepat waktu, karena naik kereta. Acara gak terlambat, bisa jalan-jalan, kulineran dan belanja di kota kembang ini. 

Nah, Apakah kamu sudah merencanakan mau ke tempat-tempat keren mana saja ketika mudik lebaran ?

Happy Travelling 

Sari :)





























Usai berkunjung ke house of virgin Mary di atas bukit Bulbul, perjalanan kami lanjutkan ke reruntuhan kota kuno di zaman Yunani kuno,  Ephesus. Memasuki kota Yunan kuno ini jadi ingat film gladiator atau pompeii.. hehehehe. Kota yang dibangun di era Byzantium, saat Romawi berkuasa.



Rumah batu kecil yang terletak di atas bukit Bulbul ini jauh dari kesan mewah. Namun suasana disekitar rumah ini sangat sejuk dan adem, sebab dikelilingi oleh pohon zaitun, pohon maple dan pohon buah lainnya. Rumah ini adalah House of Virgin Mary, atau rumah peristirahatan terakhir Bunda Maria. Nah... kenapa ada di Turki ya? 

Kota Izmir adalah kota persinggahan kami berikutnya selama jalan-jalan di Turki. Kenapa Izmir? Yap, kota ini selain indah karena memiliki pantai yang cantik, juga dikelilingi dengan tempat-tempat bersejarah. Diantaranya Ephesus, reruntuhan kota Romawi Timur kuno serta House of Virgin Mary atau rumah peristirahatan terakhir Bunda Maria.

Menarik kan? :)




Buat saya, Cappadocia adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Cappadocia selain memiliki keunikan dengan bentangan alamnya yang indah, juga bisa wisata naik balon udara. Keliling kota Cappadocia ini layaknya kembali ke zaman purba  atau tinggal pada eranya flinstone di zaman batu. Hotel di kota Goreme banyak yang memanfaatkan batu untuk kamar.. unik ya? :)



Satu hal yang saya pingin banget ketika ke Turki adalah naik balon udara di Cappadocia. Apalagi kalau liat foto-fotonya bikin mupeng banget. Berada di atas ketinggian sampai menikmati matahari terbit di garis cakrawala dihiasi balon-balon udara dan landscape kota Goreme yang indah banget. Wuaah... kebayangkan.. :)



Gak banyak orang tau tentang Selayar. Umumnya yang lebih terkenal adalah taman nasional Takabonerate. Sebab untuk ke Takabonerate, kamu harus terbang dari Makassar ke Selayar, baru kemudian lanjut naik kapal ke Takabonerate. Biasanya banyak yang gak menjelajahi Selayar dan hanya mampiur di ibukotanya, Benteng. Padahal, Selayar punya pantai berpasir putih yang indah dan underwater sekelas bintang lima. Penasaran?


Baru kali ini saya menyelam bebas dan snorkeling ditemani penyu. Setiap tempat dan wall yang saya lewati, ada penyu yang sedang asyik tidur atau berduaan di pasir. Ada juga yang berenang-berenang di laut dalam.

Selayar, Sulawesi Selatan ternyata memiliki bawah laut atau under water yang gak kalah dengan Raja Ampat. Bahkan di pinggir pantai, terumbu karangnya masih sehat dan banyak ikan serta hewan laut.


Belakangan ini, saya jadi sering bolak-balik ke Ujung Kulon. Ternyata perairan di sekitar Ujung Kulon masih menjanjikan dan lebih bagus dibandingkan menyelam di Pahawang, Lampung. Kedua tempat ini relatif dekat dengan Jakarta, sehingga bisa datang untuk menyelam saat akhir pekan . 

Menjelajahi pulau dengan kapal atau bahasa kerennya hoping islands buat saya adalah aktivitas yang paling menyenangkan. Wisata di Indonesia yang memiliki banyak pulau paling afdol memang dengan cara hoping islands ini. Nah, saat ini saya sedang keranjingan hoping islands island di Krakatau. Penasaran?


Menyelam atau snorkeling di sekitar pulau anak Krakatau menurut saya sangat unik. Gunung Krakatau yang meletus tahun 1800-an telah menghabiskan seluruh mahluk hidup di sekitarnya, termasuk di bawah laut. Nah.. saat ini, disekitar pulau anak Krakatau sudah mulai tumbuh beraneka terumbu karang, mulai dari karang keras hingga yang lunak alias soft corals.


Apa yang paling menyenangkan dengan musim panas di negara empat musim? Yap, saat musim panas, matahari bersinar lebih lama dan waktu malam menjadi lebih singkat. Artinya, lebih banyak aktivitas yang bisa kita lakukan saat musim panas. Begitu pula dengan di Turki. Musim panas, artinya, curah hujan lebih sedikit dan kita lebih banyak menyaksikan indahnya matahari terbit dan terbenam dengan langit tanpa awan.


Istanbul adalah kota terbesar di Turki. Meskipun bukan ibukota Turki, namun Istanbul lebih dikenal dikalangan turis dibandingkan ibukotanya Ankara. Jadi kebanyakan para turis akan mampir ke Istabul dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat lain. Sebab Istanbul memiliki banyak tempat bersejarah dan tempat menarik lainnya. Maka tak heran, kota ini memiliki banyak penginapan. Mulai dari kelas melati hingga bintang lima.


"If the world were a single state, Istanbul would be Its capital" 
-Napoleon Bonaparte-

Sekitar akhir tahun 1700-an dan awal 1800-an Napoleon Bonaparte, jenderal besar asal Perancis melakukan kerjasama dan menggalang kekuatan dengan kekaisaran Ottoman Turki. Kerja sama ini untuk melawan Rusia, musuh besar Prancis yang sulit ditaklukkan.


Pegasus yang membawa kami dari Teheran berhasil mendarat dengan selamat di bandara Sabiha Gokcen, bandara nomer dua di Turki . Untuk ukuran bandara nomer dua di Turki, Sabiha Gokcen cukup besar dan memadai. Namun memang tidak semegah bandara Ataturk yang ada di benua Eropa.


Dari pengalaman saya membuat visa berkunjung ke sebuah negara, baru di negara Turki-lah yang syarat pengajuannya paling mudah. Gak perlu pakai dokumen apapun, tinggal isi formulir, bayar dan jadi deh. Gampangkan?

Mungkin kemudahan masuk negara Turki ini membuat turis yang datang dari berbagai negara juga sangat banyak. Mmmm.. ;).


Sekitar pukul 4 pagi pesawat Pegasus membawa kami dari Teheran ke Istanbul. Selama delapan hari kami akan menghabiskan waktu di Turki dan berkeliling ke sejumlah tempat.

Kenapa Turki? Turki selain memiliki kota-kota yang cantik, salah satunya Istanbul. Negara ini juga memiliki peninggalan sejarah yang sangat penting. Mulai dari peninggalan Romawi kuno di bawah kekaisaran Bizantium hingga peninggalan kekaisaran Ottoman. Satu lagi, letak Turki di 2 benua yaitu Asia dan Eropa, dengan perpaduan dua budaya ini, Turki menjadi unik.


Dari stasiun metro di Tajrish kami turun di stasiun metro dekat Grand Bazaar Tehran, karena lokasi stasiun metro ini dekat dengan Istana Golestan. Istana Golestan hari jumat buka jam 13.00 hingga 17.00. Waktu yang sempit ini harus dimanfaatkan untuk keliling istana yang arsitekturnya sangat cantik. Istana Golestan menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Iran, terutama di Teheran.


Setiap mengunjungi kota di suatu negara atau daerah di Indonesia, yang saya cari adalah tempat yang tinggi untuk motret landscape kota. Saya paling suka motret cityscape. Begitupun ketika ke Tehran, setelah browsing ke sana ke mari akhirnya ketemu deh Milad Tower yang merupakan tempat paling afdol untuk motret landscape kota Teheran. :). Salah satu contohnya adalah foto di atas ini.

Sebelum berangkat ke Teheran saya sudah browsing tempat-tempat mana yang wajib dikunjungi. Istana Golestan atau Golestan palace ini masuk dalam daftar pertama tempat yang saya kunjungi.

Istana Golestan pernah dipakai sebagai kompeks kerajaan di era pemerintahan Qajar. Istana ini merupakan bangunan paling bersejarah di Iran dan mewarisi arsitektur kuno Persia. Ruangan dalam istana ini seperti permata dan berkilau, karena dihiasi dengan potongan kaca yang sangat gemerlap.



Iran, mungkin salah satu negara yang masih jarang kedatangan turis. Maklum saja, Iran hampir enam tahun di diberi sanksi dan embargo oleh negara barat akibat pengembangan nuklirnya. Awal tahun ini akhirnya sanki dan embargo atas Iran di cabut. Kondisi ini ikut meningkatkan kunjungan turis ke Iran. Wajar saja, Iran atau Persia merupakan salah satu lokasi peradaban tertua di dunia dengan pemukiman perkotaan bersejarah sejak 4.000 tahun sebelum masehi.


Pertama kali dengar ingin jalan-jalan Iran, sebagian keluarga dan teman kami kaget. "ngapain ke Iran, memang aman di sana?" atau mereka bertanya, katanya "kalau paspor nya ada visa Iran, katanya  susah dapat visa Amerika Serikat dan Eropa?"

Hmm... pertanyaan-pertanyaan ini justru terus mengusik saya dan tetap pingin liat Iran. Toh paspor saya habis 2019 dan belum tentu juga saya akan ke Amrik. Hehehehe... :P. Jadi rencana mampir ke Teheran jalan terus.





Setelah terbang sekitar 7 jam dari Kuala Lumpur, akhirnya menjelang tengah malam kami tiba di bandara Internasional Teheran Imam Khomeini. Karena sudah mengurus visa dari Jakarta, kami dengan mudah melewati imigrasi dan mengambil bagasi. Sebelum mencari taksi, saya menukar dolar dengan mata uang Iran Riyal.

Taksi dengan mudah dijumpai di depan bandara. Walaupun saat itu dini hari, sekitar pukul satu malam, tapi supir taksi masih banyak. Jadi dengan mudah kami menuju hotel. Sampai hotel sekitar jam 2 pagi. Karena besok pagi kami harus memanfaatkan waktu seharian untuk keliling kota Teheran. Mau kemana?


Pulau Labengki dan Sombori di Sulawesi Tenggara juga terkenal dengan gua-gua nya. Salah satunya yang ada di pulau Labengki adalah gua kolam renang. Nah... lucu ya namanya, gua kolam renang. Ternyata setelah melihat langsung, gua ini dalamnya memang mirip kolam renang. Penasaran? :)


Berlibur ke rumah nenek mungkin hal biasa, tapi rumah nenek yang satu ini benar-benar istimewa. Rumah nenek di Sombori, Sulawesi Tengah ini terletak di sebuah blue lagoon dengan perairannya yang tenang, jernih dan berwarna hijau toska. Waaah.. jadi pingin nyebur :P



Setelah melihat foto-foto Labengki dan Simbori di Internet, kami tertarik juga untuk ke sana. Akhirnya Libur panjang waisak bulan Mei lalu, kami ke labengki dan Sombori. Supaya lebih murah, kami mengajak 2 orang kawan, jadi berempatlah ke Sulawesi. 

Instagram