Hiking di Gunung Ben Lomond, New Zealand



Salah satu rencana saya mendaki gunung di Selandia Baru akhirnya bisa terwujud. Hari kedua di kota Queenstown, kami mencoba hiking ke gunung Ben Lomond. Meskipun gak sampai puncak karena tertutup salju, tapi pemandangan sepanjang jalan gak terbayarkan, keren banget. 


Selandia Baru adalah salah satu negara yang masuk dalam ring of fire atau cincin api pasifik. Seperti Indonesia, Selandia Baru memiliki deretan pegunungan api yang masih aktif. Negara ini, terutama pulau selatan memiliki jejeran pegunungan yang cantik. Tak heran bila olahraga mendaki gunung atau hiking jadi andalan wisatawan. Apalagi pemandangan yang ditawarkan benar-benar indah.



Gunung Ben Lomond ini masih berada di kota Queenstown dan dekat dengan danau Wakatipu. Sebagai bonus, saya memulai pendakian dari tempat gondola. Menurut petunjuk, bila start dari gondola, hiking ke puncak gunung Ben Lomond bisa ditempuh dalam waktu 3 hingga 5 jam, tergantung kecepatan kita. Tiga jam kayaknya buat bule-bule yang jalannya cepat dan kakinya panjang. hehehehe

Dianjurkan, bila ingin sampai puncak mendaki sejak pagi hari sehingga bisa turun sore hari. Sedangkan saya awal mendaki sekitar pukul setengah 2, makanya untuk sampai puncak bisa sore menjelang malam. Sebagai pendatang kami memilih turun sebelum gelap. Apalagi gak bawa senter. hehehehe

Tarif naik gondola 39 dolar NZ pulang pergi, setelah sampai di atas, kita mulai mendaki. Awal pendakian adalah hutan pinus yang gelap dan rapat. Saat musim panas, berhati-hati melewati hutan pinus ini sebab khawatir terjadi kebakaran hutan.




Jalur pendakian gunung Ben Lomond gak terlalu sulit, banyak petunjuk arah. Kita tinggal mengikuti jalur yang sudah ada. Jalurnya juga bersahabat, gak terlalu curam juga gak terlalu landai, tapi tetap menanjak.. hehehe.. iyalah namanya juga naik gunung :P



Hutan yang dilewati juga hanya sebentar, setelah itu kebanyakan adalah bukit dengan tanaman alang-alang.  Yang membuat sulit adalah salju yang mulai turun dan mengeras di sepanjang jalur pendakian. 


Saya mendaki Ben Lomond di awal musim dingin, salju sudah turun dan memenuhi sebagian gunung ini. Namun semakin ke puncak, salju semakin tebal dan banyak. Salju yang mengeras ini sangat licin bila diinjak. Sepanjang perjalanan beberapa kali sempat terjatuh. Hehehe.. lumayan sakit :P. Maklum saya gak pengalaman naik gunung bersalju. Mendaki gunung bersalju ini baru pertama kali.

Tapi jangan khawatir, bukan hanya saya yang jatuh. Bahkan warga asli Selandia Baru sendiri juga ada yang luka-luka akibat terjatuh karena licinnya jalur pendakian. 

Namun, beberapa dari para pendaki sudah siap dengan peralatan mendaki di salju. Mereka menggunakan alas kaki tambahan yang ujungnya rincing seperti paku, untuk memecahkan salju. Mantab deh kalau mendakinya pakai sepatu kayak gitu. :)


 Mendekati puncak, salju semakin tebal dan kecepatan pendakian juga berkurang. kami harus berhati-hati memilih jalur agar jangan sampai jatuh atau bahkan meluncur lagi ke bawah. hehehe




Namun menjelang puncak, kami menemukan bukit kecil yang pemandangannya keren banget. Akhirnya kita berhenti dulu untuk istirahat, sholat dan makan siang. Gak lupa foto-foto. Mumpung banyak salju dan pemandangannya keren banget.. hehehehe :)




Setelah istirahat, sekitar jam 4 sore kami memutuskan langsung turun. Saat musim dingin, matahari tenggelam alias sunset sekitar jam 5 sore. Kami khawatir bila melanjutkan perjalanan sampai puncak, kembalinya dalam keadaan gelap. Dengan jalur yang penuh salju dan gelap, pasti akan lebih sulit untuk turun.

Perkiraan kami benar, sampai gondola sekitar jam 5 lewat dan matahari mulai tenggelam. Meskipun gak sampai puncak, pengalaman ini jadi pelajaran berharga. Siapa tau besok-besok bisa ke sini lagi dan sudah menyiapkan dengan lebih matang untuk sampai puncak... amin... hehehehehe. :)






 Nah, kamu tertarik buat hiking gunung Ben Lomond?

Happy Travelling

Sari :)


Liburansari dotcom

Instagram