Jalan-jalan hemat di New Zealand


Setiap jalan-jalan yang paling banyak ditanya oleh teman adalah biaya perjalanan? Apalagi ke negara maju seperti Selandia Baru,  biaya hidup mahal. Selandia Baru yang termasuk negara maju punya kurs cukup tinggi buat rupiah yang sedang loyo,  satu dolarnya hampir 10 ribu rupiah. Makanan minuman, penginapan sewa kendaraan hingga gantungan kunci untuk sovenir harganya juga mahal kalau dibandingkan dengan mata uang kita. Nah bagaimana supaya perjalanan bisa menyenangkan tapi budget bisa ditekan?


Tiket Pesawat

Untuk tiket pesawat memang setiap orang punya pilihan sendiri-sendiri. Ada yang pingin nyaman selama penerbangan lebih dari 12 jam, mereka memilih maskapai full service.  Ada tv sebagai hiburan kalau bosen, makanan dan minuman non stop, hingga selimut yang menghangatkan. Namun memang harga tiketnya lebih mahal. Jakarta-Auckland atau Jakarta-Chrischurch PP promo sekitar 8 jutaan lebih. Kalau gak promo tentu bisa di atas 10 juta rupiah.


sarapan di pesawat, es krim nya enaak :)
Kalau ingin lebih murah pakai maskapai berbiaya rendah atau budget airline, seperti Airasia, Jetstar, Scoop dll. Maskapai ini tidak menyediakan bagasi atau makanan dan minuman. Bagasi, makanan dan minuman harus beli lagi. Ketika promo, Airasia Jakarta- Auckland ada juga yang 4 jutaan rupiah PP. Namun saat gak ada promo, harganya bisa sekitar 7-8 jutaan belum termasuk makan minum dan bagasi. 



Nah, dari tiket pesawat kamu dah bisa milih, mau pakai apa :)

Sewa Kendaraan




Keliling Selandia Baru memang kayaknya lebih enak naik campervan. Banyak hal bisa dilakukan di campervan, mulai dari masak, tidur hingga leyeh-leyeh selama perjalanan. Namun kamu juga harus perhitungkan biaya bahan bakar yang dikeluarkan bila menyewa campervan atau mobil karavan. Sebab harga BBM di Selandia Baru mahal, sekitar 20-23 ribu perliter tergantung harga minyak dunia.

Campervan membutuhkan lebih banyak BBM dibandingkan mobil biasa. Bila ingin sewa Campervan, perhitungkan lagi biayanya termasuk BBM. Saya sarankan bila hanya berdua atau bertiga bisa sewa mobil sedan atau mobil sesuai kebutuhan. BBM nya bisa lebih hemat. Hehehehe.. :)





Selama di Selandia Baru saya memilih sewa mobil sedan hemat BBM. Seminggu di pulau selatan, bbm yang saya beli hampir satu setengah juta. Nah, kalau naik campervan tentu bisa lebih mahal lagi.

Makan dan Minum

Makan dan minum adalah hal wajib, tapi biaya ini bisa ditekan dengan masak sendiri. Bagaimana caranya masak kalau kita gak sewa campervan? Nah, kamu bisa cari penginapan yang ada dapur umumnya. Di Selandia Baru sudah jadi hal umum kalau penginapan punya dapur umum. Kamu hanya membawa bahan makanan. Semua peralatan dapur mulai dari kompor, oven, panci hingga piring dan gelas sudah di sediakan. Enakkan? :)





Saya juga masak waktu di Selandia Baru. Ketika datang di sore atau malam hari, saya masak untuk makan malam. Besok paginya saya masak untuk sarapan dan persiapan makan siang. Karena siang hari kami biasanya di jalan, makanan yang disiapkan lebih simpel. Misalnya roti dipanggang dengan coklat dan selai, atau saya masak daging cincang dibuat burger. Siapkan buah dan cemilan serta gak ketinggalan kopi panas dalam termos. Hehehe....

Oh ya, saya membawa rice cooker kecil dari Jakarta. Kebiasaan makan nasi masih belum bisa hilang... hehehe. Walaupun makan nasi juga diselingi dengan pasta dan roti.



Selama seminggu kami menghemat uang makan. Bila membeli di restoran atau supermarket, sekali makan sekitar 5-10 dolar, itupun dengan catatan membeli makan di supermarket atau restoran fastfood. Waktu saya mampir makan siang di SPBU saya sempat beli ayam goreng dan kentang goreng seharga 5 dolar.  Kalau dengan menu lengkap bisa sekitar 10 hingga 20 dolar. Kalau seminggu tentu saja biaya makan dan minum bisa membesar.

Dengan masak, selama seminggu saya hanya menghabiskan sekitar 85 dolar untuk berdua selama seminggu. Namun bumbu masak instan saya bawa sendiri dari Jakarta sebagian.

bumbu andalan bikin steak, gak ada MSG nya

Selama seminggu menunya kebanyakan dengan daging, soalnya harga daging di sini termasuk murah dan dagingnya enak. Apalagi Selandia Baru salah satu negara penghasil daging.. Hehehe


Penginapan

Seperti sudah dibahas di atas, bila ingin hemat carilah penginapan backpacker yang memiliki dapur bersama. Penginapan backpacker gak harus dormitori, kamu bisa pesan satu kamar privat. Memang harganya lebih mahal, tapi kalau berdua atau lebih harganya gak terlalu jauh dengan dormitori.

Selama di Selandia Baru tarif penginapan memang mahal, sekitar 800 hingg satu jutaan rupiah permalam. Untuk lebih murah kamu bisa pesan lebih dulu dari Jakarta. Tapi pastikan jadwal kamu sesuai dengan penginapan yang dipesan. Kalau pesan di tempat hargannya bisa lebih mahal 20-30 dolar. Nah lumayan kan.. hehehe :)


Biaya lainnya

Untuk biaya lain seperti jajan, beli sovenir dan masuk ke tempat wisata selama di Selandia Baru tergantung keperluan kamu. Sedangkan biaya visa sudah fix, yaitu sekitar 2 juta perkepala keluarga.

Tempat wisata di pulau selatan Selandia Baru yang saya datangi dan harus bayar adalah naik gondola (kereta gantung) di Queenstown dengan tiket pp 39 dolar orang dan naik kapal pesiar di Milford Sound. Karena saya beli tiketnya di tempat dan dapat jadwal paling sore yaitu jam 3 sore, harga tiketnya lebih mahal yaitu 69 dolar satu orang.

Saya sengaja gak beli tiket cruise di Milford Sound ini karena perjalanan kami gak bisa diprediksi. Selama perjalanan banyak berhenti untuk foto-foto, jadi sampainya juga ngaret. hehehehe...

Namun bila kamu sudah punya rencana fix ke Milford Sound jam berapa, kamu bisa beli tiketnya online dari Jakarta. Harganya bisa lebih murah dan dapat diskon. Untuk keberangkatan paling awal atau paling pagi jam 9, harga tiketnya bisa sekitar 45 dolar perorang. Nah.. lumayan kan bisa hemat. Hehehe :)

Gimana, sudah siap jalan-jalan ke Selandia Baru?
Happy Travelling

Sari :)





Liburansari dotcom

Instagram