Seminggu yang tak terlupakan di New Zealand (1)


Libur lebaran tahun ini kami memilih Selandia Baru sebagai negara berikutnya untuk dikunjungi. Kenapa Selandia Baru? Pertama karena kami penggemar film The Lord of the Ring dan The Hobbit. Lokasi syuting film yang super keren ini berada di Selandia Baru, membuat kami terus terobsesi buat ke sana. Kedua, sebagai penggemar aktivitas alam, Selandia Baru punya semuanya. Mulai dari hiking, trekking, diving, sampai skydiving. Nah kamu punya alasan yang sama dengan saya? :)

Hari Pertama

Setelah sholat Idul Fitri dan Silaturahmi ke tetangga dan orang tua, kami langsung ke bandara. Penerbangan siang dengan Airasia ke Bali berjalan lancar. Bahkan di Bali kami sempat mampir ke pantai Kuta. Menikmati sunset yang keceh banget sore itu.




Malamnya, kami terbang ke Sydney dan sampai Sabtu pagi. Lalu lanjut ke Queenstown. Pilihan saya untuk datang ke Selandia Baru melalui kota Queenstown ternyata gak salah. Pesawat kami melewati landscape jajaran pegunungan yang puncaknya sudah tertutup salju. awal hingga pertengahan Juni sudah masuk musim dingin di Selandia Baru. Salju sudah turun di beberapa tempat. Suhu udara juga mulai drop bahkan hingga minus.



Hari Kedua

Siang, 16 Juni 2018 kami sampai di Queenstown. Begitu mendarat langsung beli kartu telepon Selandia Baru, vodafone, harganya 49 dolar untuk 3 GB dan beberapa bonus lainnya termasuk telepon. SIM card ini bener-bener berguna, apalagi sebagai petunjuk arah dan menelpon penginapan yang sudah kita pesan.

Setelah selesai dengan urusan telekomunikasi, kami langsung mengambil mobil sewaan. Ternyata prosesnya gak panjang, yang panjang adalah istirahat dan duduk-duduk sambil ngopi di luar bandara. hehehehe...



Musim dingin di Selandia Baru membuat waktu siang jadi singkat. Matahari terbit baru sekitar jam 7.30 sampai jam 8 pagi, lalu tenggelam sekitar jam 5 sore. Jadi kami sampai pusat kota Queenstown sudah gelap. Sebelum ke penginapan, kita putuskan untuk berbelanja kebutuhan makan dan minum sepanjang perjalanan selama 7 hari.

Hari ketiga

Besok pagi, niatnya bangun pagi dan menuju sejumlah tempat wisata. Tapi cuaca mendung dan dingin (sudah minus satu) membuat kami berlama-lama sejenak di kamar dengan pemanas. Sekitar jam 8 lewat kita baru keluar dan menuju Glenorchy. Kota Glenorchy ini sekitar satu jam dari Queenstown. Dari beberapa review tulisan yang saya baca, kota ini bagus. Dan ternyata memang benar-benar bagus :)




Setelah puas keliling Glenorchy, Kami melanjutkan perjalanan untuk naik gondola di kota Queenstown. Tujuan kami adalah hiking di gunung Ben Lomond. Ternyata gunung ini sudah tertutup salju sebagian. Perjalanan ke puncak jadi lebih sulit, sebab salju yang menutupi jalan sangat licin. Tapi pemandangan sepanjang perjalanan tak terbayarkan. Kapan-kapan kalau ke Queenstown wajib hiking lagi di sini.




Malam ini, kami memutuskan lanjut perjalanan ke Te Anau, kota kecil sebelum melanjutkan perjalanan ke Milford Sound. Karena berangkatnya dari Queenstown sudah jam 7 malam, otomatis kita gak bisa menikmati perjalanan. Kanan kiri gelap banget, bahkan sepanjang jalan jarak pandang hanya 5 meter akibat kabut. Sepanjang jalan cuma berdoa dan zikir, semoga di kasih selamat sampai te Anau :)

Di tengah jalan, kita ke SPBU ternyata sudah tutup dan hanya bisa dengan self servis. Tapi dasar gaptek, setelah gesek kartu kredit eh bbm nya gak keluar. Waduuh.... akhirnya kita lanjutin perjalanan. Queenstown -Te Anau ditempuh sekitar 2 jam lebih. Itu dengan kecepatan rata-rata antara 80-100. Tapi saya gak sarankan buat jalan malam, kondisi alam yang gelap dan kabut sangat rawan kecelakaan. Meskipun semua rambu di Selandia Baru ini bener-bener aman dan jelas. Membuat kita jauh dari kata kesasar. heheheheh

Sampai penginapan, ternyata reseptionisnya dah tutup.. hiks hiks. Tapi untungnya, mereka meletakkan kunci dalam amplop buat kami dan menggantungnya, Thanks God. Setelah memasukkan barang ke kamar, langsung masak makan malam. Soto panas di hari yang dingin memang mantab

Hari Keempat

Pagi ini kami berencana ke Milford Sound, namun perjalanan semalam menguras tenaga dan ngantuk. Realisasinya jam 10.30 pagi baru berangkat dari Te Anau langsung ke Milford Sound. Perjalanan ke Milford Sound kami berhenti-berhenti di sejumlah tempat, salah satunya di Danau cermin. Jalan ke Milford Sound juga sudah tertutup salju sebagian, jadi kita harus hati-hati. Sekitar jam 2 siang kita baru sampai Milford Sound. Waah lama ya.. hehehehe







Langsung pesan tur kapal keliling Milford Sound. Menurut saya tur cruise ini wajib deh. Karena kita melihat langsung taman nasional ini dari dekat.


Sekitar jam 4.30 Tur selesai dan kita gak mau kemalaman di jalan, jadi kembali ke Te Anau. Karena kita gak berhenti-berhenti, sampai Te Anau sekitar jam 6.30 malam. Langsung mampir ke supermarket beli daging buat makan malam. hehehehe



Bersambung.... Seminggu yang tak terlupakan di Selandia Baru (2)



Liburansari dotcom

Instagram