Membayangkan nonton Gladiator di reruntuhan kota kuno Ephesus, Turki


Usai berkunjung ke house of virgin Mary di atas bukit Bulbul, perjalanan kami lanjutkan ke reruntuhan kota kuno di zaman Yunani kuno,  Ephesus. Memasuki kota Yunan kuno ini jadi ingat film gladiator atau pompeii.. hehehehe. Kota yang dibangun di era Byzantium, saat Romawi berkuasa.




 Musim Panas yang lebih panjang di Turki membuat kami punya waktu cukup lama untuk menjelajah kota kuno ini. Saat musim panas, Ephesus ditutup untuk pengunjung pukul 19.00. Saat itu matahari belum terbenam dan masih terasa panas.

Tidak banyak bangunan utuh yang bisa saya temui di ephesus, kebanyakan hanya sisa reruntuhan bangunan. Namun dari peninggalan yang ada terlihat bahwa batu-batu atau pilar yang tersusun berasal dari ribuan tahun yang lalu. Beberapa tulisan romawi kuno terukir di jelas di tiang-tiang atau reruntuhan bangunan yang masih tersisa akibat gempa bumi.



Beberapa bangunan yang masih tersisa diantaranya adalah East Gymnasium, seperti arena pertunjukkan dengan bentuk setengah lingkaran namun ukurannya lebih kecil. Bangunan ini memiliki sekitar 1500 kursi dan berada di bagian depan ephesus. Bila melihat bangunan ini, saya ingat film gladiator. Namun arennya lebih kecil dari yang ada di film Gladiator.

Bentuk stadiunnya mirip dengan stasiun jaman sekarang, mungkin arsitektur di era Romawi ini memang menjadi dasar dalam pembuatan stadion hingga kini. Wah... kebayang kan betapa cerdasnya para arsitek jaman old eh jaman Romawi :P

Selain itu juga ada tiang-tiang dari temple of Hadrian dan beberapa tempat pemadian yang terlihat masih utuh. Namun untuk tempat pemandian dan reruntuhan rumah-rumah masih dalam penelitian, sehingga di tutup menggunakan terpal.




Bangunan yang terlihat utuh dan menunjukkan keindahan arsitektur Romawi kuno adalah Celcus Library, yang merupakan perpustakaan. Gak kebayang, orang-orang dari ribuan tahun lalu sudah hobi membaca dan memiliki pengetahuan luas. Bisa jadi mereka juga lebih pintar dari kita :) hmmm....


 Celcus Library memiliki cerita sendiri. Ketika gubernur Ephesus Celcus meninggal dunia, anaknya menjadikan bangunan perpustakaan ini sebagai monumen dan kuburan. Peti mati diletakkan dibawah dinding sebelah barat. Empat patung wanita di depan Celcus Library menggambarkan kualitas karakter manusia. Yaitu Sophi (bijaksana), Ennoia (penuh perimbangan), Areta (kebaikan) dan Episteme (pengetahuan).






Patung yang berada di depan Celcus Library ini bukan patung asli. Patung asli tersimpan di Musium Ephesus di Vienna Austria.

Great Theater adalah bangunan yang masih utuh di ephesus. Bangunan berupa tempat pertunjukkan ini lebih besar dibandingkan yang lain, dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 24 ribu orang.



Di bagian belakang ephesus juga terdapat reruntuhan yang dulunya diyakini sebagai pasar. Tapi tetap saja pasarnya kaya pasar modern yang punya tiang-tiang khas Romawi kuno.



Ephesus ini disebut juga kota Artemis, karena ada temple Artemis dan masuk sebagai tujuh keajaiban dunia. Temple ini dihancurkan pada abad ke lima, namun masih ada sisa-sisa reruntuhannya.

Bila ingin mengunjungi Ephesus, kamu bisa memulai dari kota izmir. Dari izmir bisa naik bus atau kereta ke selcuk, kemudian dilanjutkan naik angkutan umum atau taksi ke Ephesus. Letak House of virgin Mary dan Ephesus sekitar 7 kilometer. Bila kamu masih punya waktu, bisa juga mengunjungi ephesus sekaligus ke House of virgin Mary.


Turki memiliki peninggalan Yunani Kuno yang cukup banyak. Selain di Ephesus, juga ada kota peninggalan Yunani kuno di Pamukkale, yaitu Hierapolis. Nah, kamu tertarik berkunjung ke kota-kuta kuno?

Happy Travelling

Sari :)


































Liburansari dotcom

Instagram