Traveling ke Iran, Apa saja yang harus kamu ketahui?


Pertama kali dengar ingin jalan-jalan Iran, sebagian keluarga dan teman kami kaget. "ngapain ke Iran, memang aman di sana?" atau mereka bertanya, katanya "kalau paspor nya ada visa Iran, katanya  susah dapat visa Amerika Serikat dan Eropa?"

Hmm... pertanyaan-pertanyaan ini justru terus mengusik saya dan tetap pingin liat Iran. Toh paspor saya habis 2019 dan belum tentu juga saya akan ke Amrik. Hehehehe... :P. Jadi rencana mampir ke Teheran jalan terus.

Tujuan saya dan suami awalnya memang hanya ke Turki, negara yang memiliki sejarah lengkap soal perjalanan Islam dan kekaisatan Ottoman. Namun, karena perginya di musim panas dan menjelang libur lebaran, harga tiket ke Turki melambung tinggi. Maskapai full service menawarkan tiket diatas 10 juta rupiah PP  Jakarta-Istanbul. uhuuk.. uhuk....

Akhirnya, saya coba mencari rute termurah untuk ke Turki, yaitu lewat Teheran dengan maskapai AirAsia. Di Teheran kami sempat menginap sehari dan berkeliling kota. Kemudian dari Teheran dilanjutkan naik budget airlines milik Turki, Pegasus. Kemudian perjalanan pulangnya Istanbul - Jakarta kebetulan dapat tiket murah dari Saudi Airlines, yaitu 425 dolar as berdua. hehehe...

Walaupun sempat dek-dekan karena Teheran diguncang bom dan Saudi melakukan embargo terhadap Qatar, semua ternyata bisa diatasi dengan ketenangan. Hehehehe... alias jangan panik. Tiket saya yang seharusnya dari Doha (Qatar) -Jakarta naik Saudi Airlines bisa di re-rute menjadi Istanbul-Jakarta tanpa biaya tambahan. Alhamdulillah yaa... :)

Nah, sebelum ke Iran ada beberapa hal yang harus kamu ketahui untuk masuk negara ini.

1. VISA



Saya termasuk orang yang gak mau repot untuk bepergian, jadi Visa ke Iran saya buat di Indonesia. Sebenarnya untuk warga negara Indonesia bisa bikin visa on arrival ketika tiba di Iran. Namun, saya memilih buat di tanah air, selain biayanya lebih murah yaitu 20 euro perorang, sampai Teheran saya gak perlu repot untuk mengurus visa lagi. Soal pembuatan VISA Iran kamu bisa klik tulisan ini, membuat visa Iran..



2. SIAPKAN MINIMAL 400 DOLAR AS

Iran baru saja lepas dari embargo Amerika Serikat dan sekutunya. Jadi negara ini belum menjalin hubungan keuangan dengan lembaga keuangan internasional. Jadi semua transaksi di Iran tidak bisa menggunakan kartu kredit atau debit yang dikeluarkan lembaga keuangan internasional. Untuk itu, kamu harus siapkan mata uang dolar atau euro. Untuk dolar minimal 400 dolar AS.

Jumlah uang sebesar 400 dolar AS ini jadi syarat mutlak untuk bisa masuk Iran. Maklum di negara ini kita juga gak bisa tarik uang lewat ATM. Ketika saya cek in di bandara KLIA2, petugas cek in AIRASIA mewajibkan kami menunjukkan uang minimal 400 dolar AS perorang. Bila gak ada, kamu gak bisa cek in. Nah... persyaratan ini saya ketahui ketika akan cek in. Di blog yang saya baca, gak ada yang pernah mencantumkan soal ini.

3. WANITA WAJIB PAKAI KERUDUNG


Iran mewajibkan semua wanita di negara ini menggunakan kerudung, tentu saja dengan baju sopan. Namun pakai kerudungnya pun tak perlu serapat pakai jilbab. Kebanyakan wanita Iran pakai kerudung, namun rambut bagian atas masih terlihat. Gampanganya.. seperti cara mbak tutut pakai kerudung.. nah taukan? hehehehe. Kewajiban pakai kerudung ini sudah dimulai sejak kamu turun dari pesawat dan antre di imigrasi.

4. MATA UANG IRAN



Mata uang yang digunakan di Iran adalah Toman dan Riyal. Nilai Toman lebih tinggi dari nilai Riyal. Namun mata uang Iran ini nilainya sekitar sepertiga dari mata uang rupiah. Satu dolar as nilainya sekitar 37.500 Riyal atau 3.750 Toman. Nah kalau kamu menukar 100 dolar AS, kamu bisa dapat 3,75 juta Riyal atau sekitar 375 ribu Toman. Hehehe banyak yaaa


Nah, untuk transaksi di pasar, kamu harus hati-hati. Tanyakan dengan jelas, pakai toman atau riyal. Karena ketika kita anggap barang yang ingin kita beli murah, ternyata ketika ingin bayar dia pakai toman dan bukan riyal. Misalnya, tempelan kulkas seharga 10 ribu. Padahal pedagang memberi patokan dalam toman dan bukan riyal. Bila di kurs kan ke riyal, jadinya seharga 100 ribu riyal. Nah... hati-hati soal mata uang ini, karena ada 2 patokan mata uang mereka.

5. PESAN HOTEL DARI JAKARTA



Memiliki akomodasi atau tempat tinggal di Iran adalah kewajiban. Ini juga jadi syarat mutlak untuk bisa mengajukan VISA ke Iran. Memesan hotel di Iran gak semudah memesan hotel di negara lain, karena belum banyak jaringan hotel di Iran yang masuk ke AGODA atau BOOKING.COM. Di Booking.com ada 3 hotel di Teheran Iran yang ditawarkan. Namun harganya di atas satu juta rupiah. Nah, bila ingin pesan hotel di Iran kamu bisa buka situs khusus hotel di Iran.

Hotel di Teheran ini termasuk mahal dan patokan tarifnya menggunakan dolar AS. Saya memesan kamar hotel untuk dua orang di Persia Hostel dengan harga 45 dolar AS. Namun sampai Teheran saya diberitahu kalau hotel mereka penuh. Namun saya dialihkan ke hotel lain yaitu hotel Mehr. Dengan harga 45 dolar , saya dapat kamar hotel yang sempit dengan dua tempat tidur dan kamar mandi di luar. Hehehehe....

6. GUNAKAN TAKSI DARI BANDARA KE HOTEL


Karena saya belum mengetahui banyak soal Teheran, saya naik taksi dari bandara ke tempat menginap. Apalagi saya belum tau ancer-ancer hotel saya di mana. Kebanyakan driver taksi di Teheran gak bisa bahasa inggris. Jadi komunikasi pakai bahas tarzan atau pakai tulisan. Ketika naik taksi dari bandara, saya kasih alamat hotel dan nomer telpon. Mereka lah yang akan telpon ke pemilik hotel dan mengantar ke tempat tujuan.

Tarif taksi dari bandara ke hotel umumnya berkisar antara 20 hingga 30 dolar as, atau sekitar 750 ribu riyal iran.

7. TUKAR DOLAR DI BANDARA

Ketika sampai bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran adalah menukar dolar kita. Di bandara ini, tempat penukaran valuta asing ada di lantai 2. Setelah ambil bagasi, kamu bisa ke lantai dua.



Menukar uang ini penting untuk membayar taksi dan membayar kebutuhan sementara, sebelum menukar uang di Teheran.

8. BAWA DOLAR PECAHAN BESAR



Usahakan kamu membawa dolar dalam pecahan 100. Ketika saya di Teheran, tepat hari libur yaitu jumat. Toko atau tempat penukaran uang tutup. Saya terpaksa menukar uang di pada orang yang ada di Grand Bazaar Teheran. Mereka ini ada di sekitar Grand Bazaar. Namun ketika saya kasih 20 dolar, nilai kursnya lebih rendah dibandingkan saya tukar dengan 100 dolar. Phuuuuf....

9. TRANSPORTASI DI IRAN


Kota Teheran sudah memiliki sistem transportasi yang menunjang, yaitu dengan adanya metro atau kereta bawah tanah. Ternyata mereka yang bertahun-tahun di embargo justru memiliki infrastruktur transportasi yang memadai dibandingkan kita di Indonesia. *sigh

Metro ini menghubungkan tempat-tempat di Teheran dan sejumlah tempat di luar kota Teheran. Jalur metro ini mudah dan murah. Metro di Iran sudah ada sejak 1999, dan sekarang sudah 5 jalur. Hebat ya..


Oh ya, untuk naik metro di Teheran, gerbong laki-laki dan peempuan di pisah. Gerbong laki-laki di depan dan gerbong untuk perempuan di belakang. Jadi saya dan suami naik gerbongnya pisahan, tapi janjian di stasiun tertentu.


Saya dan suami sempat salah turun, karena nama stasiun yang kami tuju hampir sama, yaitu ada nama imam khomeini-nya, tapi ternyata beda stasiun. hehehehe. Sempet panik juga waktu turun gak liat suami. Apalagi ponsel saya gak terhubung internet ataupun telpon internasional. Setelah saya tunggu agak lama, ternyata suami saya keluar dari kereta berikutnya. Hehehe.. ternyata dia salah turun. phuuf.... sistem gerbong yang beda antara laki-laki dan perempuan ini bikin saya agak trauma buat naik metro. hehehehe

Nah, untuk sementara tips saya ke Iran segini dulu. Kalau ada tambahan akan saya tulis lagi.

Happy Travelling ya

Sari :)





Posting Komentar