Mencari jejak tsunami di Geurutee


Cerita tentang keganasan tsunami yang melanda Aceh 11 tahun yang lalu masih terus terngiang. Bukan hanya cerita dari mulut ke mulut atau dari media massa, sejumlah daerah di Aceh yang terkena tsunami menyisakan banyak jejak. Salah satunya di Aceh Jaya. 
Pantai sebelah barat Aceh paling parah terkena hempasan tsunami. Mulai dari Banda Aceh , Calang, hingga ke Meulaboh dan seterusnya. Semua daerah ini hancur tak tersisa. Namun, berpuluh tahun kemudian, pesisir barat Aceh menjadi daerah wisata yang sangat indah. Pemandangannya tak kalah dengan wisata ke Eropa.




Tahun 2013 lalu, saya dan suami bersama keluarga Sofyan menjelajah pesisir barat Acah. Kami start dari Banda Aceh menggunakan mobil pribadi. Jalan yang kami tempuh adalah jalan yang menuju calang kemudian Meulaboh dan menyusuri pesisir barat Aceh. Saya tidak bertemu dengan kendaraan umum yang lewat. Jalan di pesisir barat ini cenderung sepi dan kebanyakan malah dipenuhi sapi :p


Tujuan kami adalah melihat pulau tsunami di kabupaten Aceh jaya. Pulau ini bisa dilihat dihat dari gunung Geurutee. Pulau ini dinamakan pulau tsunami, karena daratan Ujong Sudheun yang terpisah beberapa meter oleh gempa hebat berkekuatan 9,1 skala richter versi USGS. Daratan yang terpisah ini menjadi pulau. Warga sekitar menebut pulau ini sebagai pulau Sudheun atau pulau tsunami atau



Melintasi pesisir barat Aceh akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah, sebelah barat berhadapan langsung dengan pantai berpasir putih dan samudera hindia. Berbeda dengan pantai lain, di pinggir pantai ini justru ditumbuhi pohon cemara. Sedangkan sebelah timur pemandangan bukit dna tebing-tebing tinggi.

Saat saya berkunjung, jalan di pesisir barat Aceh sudah bagus dan mulus. Jalan dan jembatan yang tadinya rusak dan tak bisa dilalui akibat tsunami jalan, kini sudah di buat yang baru. Jalan ini tak lagi di bibir pantai seperi sebelum tsunami. Namun agak ke dalam. Bahkan untuk membuat akses jalan, harus membelah bukit. Hal ini membuat pemandangan menjadi lebih indah melintasi pesisir barat Aceh.




Saat ini yang tersisa dari tsunami adalah pabrik pupuk yang rusak akibat terjangan tsunami. Pabrik ini dibiarkan berdiri, namun sudah tak beroperasi.

Sekitar 3 hingga 4 jam, kami memasuki wilayah Aceh jaya. Kami melewati warung-warung yang banyak berjejer di pinggir tebing mengadap ke laut. Pemandangannya adalah samudara hindia dan pulau pulau cantik. Tak lama kemudian kami sampai di gunung Geurutee. Dari gunung ini, saya bila melihat pulau Sudheun yang letaknya tak jauh dari daratan. Peandangannya dari atas sangat indah. Padang rumput hijau dan pohon cemara terhampar dibawahnya.


Para peternak sapi menggunakan padang rumput yang hijau ini untuk melepas sapi-sapi peliharaan mereka. Sementara di pinggir pantai dijadikan tempat beternak lobster oleh para nelayan.

Untuk mencapai Pulau Sudheun membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan boat nelayan dengan mesin motor. Di pulau ini masih ditemui sisa-sisa pondasi sekolah dan rumah warga. Namun pulau ini sekarang tak lagi di tempati.

Bila anda mampir ke banda Aceh, tak ada salahnya untuk menyusuri pantai barat Aceh. Daerah ini akan terus mengingatkan, betapa dahsyatnya terjangan tsunami yang menghantam Aceh pada penghujung tahun 2004.



salam,

Sarie :)


Posting Komentar