Mendaki Gunung Cikurai jangan berharap bonus


Mendaki gunung Cikurai bukan hanya butuh fisik yang prima, tapi butuh mental yang tahan banting. Gunung Cikurai yang berada di Garut, Jawa barat dan bersebelahan dengan gunung Papandayan ini bukan gunung sembarangan. Treknya naiiiik terus dan terjal. Jadi jangan harap dapat bonus turunan ketika mendaki gunung ini. Hehehehe

Pernah mendaki gunuk Salak? mungkin trek gunung Cikurai ini mirip-mirip dengan gunung Salak. bahkan, teman saya yang sudah sering mendaki gunung bilang, trek gunung ini aduhaaai.... bikin gempooor... hahahaha..

Gunung Cikurai ini adalah gunung keempat tertinggi di Jawa Barat. Ketinggiannya sekitar 2.818 m dpl. Melihat gunung Cikurai dari jauh mirip tumpeng, lurus ke atas. Gambaran gunung ini dari jauh ternyata sama dengan treknya, yaitu mendaki terus ke atas dan minim bonus. Hampir gak ada malah.


Untuk naik ke Gunung Cikurai ada tiga jalur, yaitu Bayongbong, Cikajang dan Pemancar. Kami memutuskan naik lewat jalur pemancar. Kenapa dinamakan pemancar, karena memang lokasi awal menanjak banyak pemancar stasiun televisi. 


Dari pemancar kita berangkat sekitar pukul 10 pagi. Trek awal kita akan melewati kebun teh dan kebun-kebun milik penduduk. Meski kebun teh, pendakian awal ini lumayan terjal juga. hehehe.. tapi nikmatin aja. Biasanya pertama mendaki kita masih terengah-engah, karena masih pemanasan.

Sepanjang jalan ini kita masih bisa menikmati kebun teh yang segar dan pepohonan rimbun di kiri kanan jalan. Gunung-gunung dan langit biru juga masih terlihat jelas. 



Masuk ke dalam hutan, jalur mendaki gunung Cikurai semakin parah. Yang ada di depan kita hanya tanjakan dan tanjakan. Masih mending kalau tanjakannya gak curam. Di gunung Cikurai, hampir semua tanjakan curam. Bahkan tak sedikit tanjakan yang hampir lurus. Jadi untuk naik ke atas dibutuhkan kayu atau akar pohon di sekitar kita. 



 Untung saja ketika mendaki gunung Ciikurai ini tidak dalam kondisi hujan. Kalau hujan, jalanan pasti licin dan lebih sulit lagi untuk mendaki sampai puncak.




Karena medannya cukup berat, yaitu tanjakan terus lebih baik tidak membawa barang-barang terlalu banyak. Bawalah secukupnya dan yang penting-penting saja.

Air minum, bawalah secukupnya selama perjalanan. Di gunung Cikurai ini sumber air baru aja di pos 6, jadi memang harus membawa air cukup banyak sejak dari bawah. Ketika sampai pos 6, kamu bisa isi ulang air minum.

Dari bawah hingga puncak gunung Cikurai, ada 7 pos atau shelter. Di shelter ini kamu bisa istirahat untuk makan dan sholat setelah nanjak terus. Shelter satu ke shelter dua dan tiga jaraknya cukup jauh. Namun dari shelter 3 ke shelter 4, 5 dan 6 jaraknya gak terlalu jauh. Namun tanjakan yang dilalui bener-bener bikin ngeper deh.


 Ketika nanjak ke Cikurai, memasuki pos 4 turun hujan. Namun karena pohon-pohon sangat rapat, sehingga masih terlindung dari air hujan. Kabut juga mulai turun. Sehingga jarak pandang mulai terbatas. Usahakan untuk tidak terpisah terlalu jauh dengan teman yang lain, agar gak tersesat.

Kalau kamu terpaksa jalan sendiri, usahakan tetap memantau temanmu dengan menggunakan suara. Saya biasanya memanggil teman, kalau masih dijawab berarti jaraknya dekat. hehehehe




 Dari shelter 6 ke shelter 7 jaraknya lumayan jauh juga. Namun ada beberapa bonus berupa jalan datar. Dalam perjalanan ke shelter 7 ini ada jalan bercabang untuk turun melalui jalur lain.

Nah, ngecamp atau camping para pendaki biasanya di pos 6 atau pos 7. Kalau di pos 6 meskipun ada air menurut saya terlalu jauh. Kita harus jalan sekitar satu jam lagi untuk sampai puncak. Kalau ngecamp di pos 7 lebih enak dan lebih dekat puncak. Mungkin untuk naik hingga puncak hanya sekitar 5 hingga 10 menit saja. Deketkan?

Jarak tempuh dari pemancar hingga puncak umumnya sekitar 8 jam. Ini dengan kecepatan jalan rata-rata dan berhenti di beberapa shelter. Alhamdulillah ya.. saya jam 4 sudah sampai pos 7, yang sekitar 10 menit lagi sampai puncak. Karena sore itu turun hujan, kita segera mendirikan tenda dan berganti baju. Udara sudah sangat dingin dan kaki dah pegel mau istirahat. Hehehehehe

Oh ya, tips naik gunung adalah tetap stabil dan jangan terlalu banyak istirahat. Kalau mau berhenti sebentar saja, tapi jangan duduk. Karena kalau sudah duduk pasti males berdiri. Namun untuk di shelter, kamu harus istirahat yang cukup, makan minum untuk memulihkan tenaga. Resep saya untuk jalur tanjakan adalah jalan zig zig. Metode ini ampuh sekali buat saya, sehingga gak terlalu capek nanjak, :)


Umumnya, tanda-tanda untuk mendaki di gunung Cikurai cukup jelas. Namun kamu harus tetap waspada dan berhati-hati.

happy trekking
sari


Posting Komentar