Wisata Sejarah dan Bertemu paman Ho di Vietnam



Berkunjung ke kota Ho Chi Minh, hampir sama seperti berkunjung ke Jakarta. Hanya saja kota ini menggambarkan Jakarta di masa lampau. Dalam perjalanan dari bandara ke tengah kota, saya lebih banyak menjumpai gedung-gedung dan pertokoan kuno dibandingkan gedung pencakar langit. Lalu lintasnya juga lebih banyak didominasi oleh sepeda motor dan sepeda, dibanding mobil.

Berwisata ke kota ini seperti mengingat kembali sejarah Vietnam di bawah penjajahan Perancis dan Amerika Serikat. Jangan lupa bertemu paman Ho, tokoh revolusi dan negarawan yang berperan besar dalam kemerdekaan Vietnam.


Vietnam memiliki dua kota besar yang populer, yaitu Ho Chi Minh dan Hanoi. Ho Chi Minh berada di bagian selatan. Sedangkan Hanoi di bagian utara mendekati perbatasan dengan Cina. Biasanya, bila anda ingin menjelajah negara Vietnam, bisa dimulai dari Ho Chi Minh kemudia lanjut hingga ke Hanoi.

Kota Ho Chi Minh adalah kota bisnis terbesar di Vietnam. Dulu Kota ini bernama Saigon. Kemudian diganti menjadi Ho Chi Minh. Penggantian nama ini untuk menghormati jasa-jasa Ho Chi Minh alias Paman Ho :)

Sebenarnya gak banyak tempat-tempat wisata di kota ini. Kebanyakan adalah peninggalan jaman penjajahan Perancis dan Amerika Serikat. Situs bersejarah ini menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing.



Inilah pusat kota Ho Chi Minh. Gedung pemerintahan berada di sekitar lokasi ini. Kebanyakan gedung di sini adalah gedung kuno peninggalan penjajahan Perancis. Sebelum Vietnam di Jajah Amerika Serikat, Perancis lebih dulu datang. Orang-orang Perancis ini membangun kota Ho Chi Minh, mirip dengan ibukota Perancis, Paris.

Gedung-gedung di Kota Ho Chi Minh ini kebanyakan bergaya Eropa. Bahkan tata kotanya pun menyerupai tata kota di Paris. Jadi kota ini mirip dengan mini-nya Perancis. Cerita ini saya dapat pegawai pemerintahan di Ho Chi Minh. Karena saya belum pernah ke Paris, jadi saya manggut-manggut saja dengar ceritanya. Nah, suatu hari saya harus berkunjung ke Paris untuk membuktikan ucapan si bapak itu. amiin


Menurut saya, hal yang seru berkunjung ke kota Ho Chi Minh adalah belanja ke pasar Cho Ben Than. Pasar ini sangat populer dikalangan turis asing. Yap, rasanya belum lengkap kalau ke Ho Chi Minh gak mengunjungi pasar Ben Than.Gedung pasar ini juga sudah tua. Kalau di Indonesia lebih mungkin mirip pasar Beringharjo Yogyakarta. Di pasar ini dijual semua jenis oleh-oleh, baju, sepatu, tas kulit makanan segar hingga makanan siap saji.

Yang bikin saya betah, barang-barang di pasar ini harganya juga terjangkau. Apalagi mata uang vietnam atau yang disebut Dong kursnya lebih rendah dari rupiah. Jadi kalau di kurs ke rupiah, harganya bikin pingin belanja terus.. hehehe

Misalnya saja saya beli ikat pinggang kulit asli, harganya hanya 125 ribuan rupiah saja. Padahal di Jakarta harganya bisa mencapai 500 an ribu rupiah. Apalagi kulit asli. Dan sampai sekarang ikat pinggang kulit itu masih awet.


Satu lagi arsitektur Eropa yang ada di Kota Ho Chi Minh adalah gereja Notre-Dame. Gereja ini dibangun tahun 1880 oleh kolonial Perancis. Bangunan ini sekaligus menjadi saksi bisu peperangan berdarah di Ho Chi Minh.

enjoy Ho Chi Minh


Nah, gak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Ho Chi Minh tanpa mencoba Pho Hoa. Makanan ini adalah makanan sehari-hari warga Vietnam. Mie beras yang di beri kuah kaldu daging dan toping daging sapi atau daging ayam ini sangat menggugah selera. Apalagi dimakan dengan sambal pelengkap, diberi jeruk nipis dan jangan lupa sayuran seperti daun mint, basil vietnam serta tauge.

Namun, bila anda muslim sebaiknya hati-hati mencari tempat makan Pho Hoa. Karena biasanya, pedagang menggunakan kaldu daging babi untuk mie beras ini. Di Ho Chi Minh juga ada warung atau resto muslim yang jual Pho Hoa.


Satu lagi tempat wisata yang wajib dikunjungi adalah gua bersejarah yang dibuat orang-orang Vietnam di masa penjajahan Amerika Serikat. Nama tempatnya adalah Cu Chi Tunnel atau terowongan Cu Chi. Lokasi Chu Chi tunnel ini 40 kilometer dari kota Ho Chi Minh atau dengan kendaraan bisa ditempuh sekitar 2 jam dari pusat kota.

Gua bawah tanah ini dibuat oleh Vietkong untuk berlindung dari kejaran penjajah Amerika Serikat.  nah, tertarik untuk berkunjung ke Ho Chi Minh?

Selamat menjelajah ya
sarie :)




Posting Komentar