Berenang di Gua Kolam Renang, Pulau Labengki


Pulau Labengki dan Sombori di Sulawesi Tenggara juga terkenal dengan gua-gua nya. Salah satunya yang ada di pulau Labengki adalah gua kolam renang. Nah... lucu ya namanya, gua kolam renang. Ternyata setelah melihat langsung, gua ini dalamnya memang mirip kolam renang. Penasaran? :)

Sekitar pukul 3 sore, kapal kami tiba di pulau Labengki kecil. Hantaman ombak sepanjang perjalanan menuju ke pulau ini akhirnya selesai juga. Maklum, kami pergi ke pulau Labengki akhir Mei 2017. Seharusnya belum masuk musim hujan, tapi kami sudah disambut dengan hujan lebat dan ombak tinggi. Hehehehe...

Sampai pulau Labengki, kami langsung menuju penginapan. Karena ini pulau kecil, jadi tak ada hotel atau hostel. Yang ada hanya rumah penduduk yang disewakan ke para wisatawan atau pendatang.

Setelah semua beres, kami diajak ke gua kolam renang. Yang terbayang adalah gua dan dalamnya ada kolam renang. Ah..ternyata benar. hehehe



Gua kolam renang di pulau Labengki kecil ini tidak jauh, letaknya ternyata di belakang rumah yang kami tempati. Gua ini ada di dalam bukit karang yang lumayan terjal untuk naik ke atasnya. Di depan gua persis ada plank yang bertuliskan gua kolam renang. Ini sebagai penanda agar para wisatawan tak kebingungan.





Karena letak gua nya di dalam, kami harus naik sedikit kemudian turun dan masuk ke dalam. Gua ini tak besar, tapi di dalamnya cukup bagus.






Stalaktit atau batuan yang menggantung di dinding dan langit gua sangat bagus. Stalakmit juga ada, di pinggir-pinggir gua. Sebab di tengah gua ini terisi dengan air yang sangat jernih dan dingin.

Kamu bisa berenang puas di gua ini. Kedalamannya gua bervariasi. Yang paling dalam mungkin sekitar 2 meteran. Tapi kalau mau menyelam harus hati-hati, sebab di dalam gua banyak terdapat batu-batu yang tajam. Kalau mau jalan juga harus hati-hati, karena dalamnya cukup licin. Intinya hati-hati. Hehehehe

Sebab teman kami dahinya sempat terbentur batu di bawah gua ketika sedang menyelam. Lukanya cukup serius dan keluar darah. Untung saja di pulau ini ada puskesmas kecil dan bidan. Kami membawanya ke sana. Teman kami itu diberi obat supaya tidak infeksi dan lukanya di tutup.




Gua kolam renang ini terdapat dua ruangan. Pertama, ketika kita masuk. Kemudian ada satu lagi agak ke dalam. Untuk mencapai ruangan kedua, kamu harus jalan atau berenang. Tapi enak kok, airnya dingin dan agak asin. Mungkin ini pencampuran air laut dan air hujan yang menyerap dari atas bukit.





Kok gua nya terang? hehehe.. sebenarnya, gua ini sudah ada lampu penerangannya yang dibuat oleh warga pulau Labengki kcil. Makanya untuk ganti uang penerangan, setiap pengunjung harus membayar 10 ribu rupiah. Jadi gak usah khawatir. Warga desa ini menyalakan lampu dalam gua dengan genjet. Penerangannya menyala hanya bila ada pengunjung. Kalau gak ada pengunjung, di dalam gua ini gelap.

Happy Travelling

sarie :)
Posting Komentar