Mengenal Dua Tanah Suci di Museum Ka'bah, Mekkah



tampak depan museum haramain

Mengunjungi Mekkah, selain melakukan ibadah Umroh dan sholat di Masjidil Haram, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya mengunjungi Museum Ka'bah atau yang disebut juga Museum Haramain. Museum ini berisi sejarah dua Tanah Suci, yaitu berdirinya Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.




Museum Haramain ini terletak di kota Mekkah, tepatnya perbukitan Ummul Joud, Mekkah. Atau sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram. Museum yang memamerkan benda-benda bersejarah berdirinya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ini didirikan oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz.

pengunjung museum
Saya rekomendasikan, bila ingin berkunjung ke Museum Haramain yang paling tepat adalah pagi hari, ketika Museum baru dibuka untuk umum. Biasanya sekitar pukul 7.30 pagi. Sebab museum yang terbilang tak terlalu luas ini di siang hari akan dipadati pengunjung. Sehingga tak nyaman untuk melihat-lihat benda bersejarah di dalamnya.

Pada pagi hari biasanya museum belum banyak pengunjung, sehingga lebih leluasa untuk mengambil gambar. Dan bila Anda keluar museum di bawah jam 10 pagi, akan mendapat buah tangan berupa Al Quran. Enakkan....:) (Al Qurannya bagus...:))

maket perluasan masjid nabawi 
Nah, ada apa sih di Museum ini? Museum Haramain ini terdiri dari 7 ruangan. Ruang petama kita langsung di suguhi dengan maket atau miniatur perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Maket ini sangat menarik perhatian karena berada di tengah ruangan.

Kemudian di dinding-dinding Museum kita bisa melihat foto Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari masa ke masa.

























 Selain foto-foto perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Museum ini juga memamerkan koleksi bagian bangunan dari Kedua Masjid di Tanah Suci. Mulai dari pintu yang menghiasi bangunan, dinding yang bertuliskan kaligrafi Ayat-ayat Al Qur'an, kayu penyangga masjid, hingga koleksi lampu-lampu dan hiasan yang menutupi Ka'bah.

Misalnya saja Kiswah atau penutup Ka'bah, pancuran air di atas Ka'bah yang terbuat dari emas, lampu-lampu di Hijir Ismail hingga Kerangka besi yang menutupi bekas tapak Nabi Ibrahim.


makam ibrahim

Selain itu, Museum ini juga memiliki koleksi mushaf Al-Qurna dari masa Khalifah Usman bin Affan (mushaf usmani) yang dipamerkan di ruang inscription and Manuscript atau ruangan prasasti dan naskah. Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di Museum ini, terutama yang berasal dari abad 13 hijriah.


mushaf Al Quran masa Khalifah Usman bin Affan

 Yang menarik, kita juga bisa menyaksikan kerangka besi yang memagari sumur Zam Zam di Masjidil Haram. Sumur air Zam Zam ini mirip sekali dengan sumur-sumur di Indonesia di jaman dulu, menggunakan timba untuk mengambil airnya.


sumur air zam zam


Museum Haramain ini bukan hanya menggambarkan sejarah panjang pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tapi juga menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat Arab, khususnya di Mekkah dan Madinah yang tandus dan kering. foto dibawah ini adalah kantung air yang terbuat dari kulit kambing utuh. Jaman dulu, kantung air ini dibawa menggunakan unta untuk bekal dalam perjalanan.

kantong air dari kulit kambing utuh

Oh ya, jangan lupa bila ingin berkunjung ke Museum ini jangan bersamaan dengan waktu sholat ya. Karena tutup. hehehe :)

Sari :)


bersama penjaga museum :P

Posting Komentar