Gili Air, tak kalah eksotis dengan Gili Trawangan



Selama ini Gili Trawangan adalah pulau yang paling terkenal dibandingkan 2 pulau yang letaknya berdekatan, yaitu Gili Air dan Gili Meno. Padahal Gili lain, terutama Gili Air dan Gili Meno gak kalah cantiknya dari Gili Trawangan.

Libur pergantian tahun 2016 ke 2017, kami kembali mengunjungi Lombok. Setelah dua hari hiking ke bukit Nanggi dan menikmati sembalun, saatnya untuk berenang-renang di pantai yang airnya jernih.  Kali ini kami gak nginep di Gili Trawangan, tapi stay di Senggigi, kebetulan di sini kami dah punya tempat nginep langganan. hehehe...

Setelah menyiapkan alat snorkeling dan kamera underwater, kami langsung mencari transportasi menuju pelabuhan Bangsal. Pelabuhan Bangsal ini adalah pelabuhan rakyat untuk menyeberang ke 3 gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Setelah membandingkan biaya sewa mobil dan motor, akhirnya kami pilih sewa motor saja melalui pemilik penginapan. Tarif sewa motornya lumayan murah, hanya 25 ribu rupiah perhari tanpa bensin. Bila sewa mobil biayanya mahal, bisa 300 ribu rupiah perhari, bahkan bisa lebih. 

Perjalanan dari Senggigi ke pelabuhan Bangsal sekitar satu jam-an. Di sekitar pelabuhan, banyak tempat parkir yang disewakan. Tarifnya 5 ribu rupiah, sama ya kaya di Jakarta. Setelah itu cari tiket kapal cepat. Nah ini tarifnya. 


Menunggu kapal gak terlalu lama kok, karena kapal dari pelabuhan ini banyak yang beroperasi ke 3 Gili. Karena pernah berhari-hari eksplore Gili Trawangan, trip kali ini kami sengaja hanya ke Gili Air. Perjalanan gak terlalu lama kok, jadi kursi yang sempat banget di Kapal gak terlalu bikin capek. 


Sebelum mampir ke Gili Air, kapal ini mampir dulu ke Gili Trawangan. Karena lebih banyak penumpang yang turun di Gili Trawangan. 






Suasana Gili Air ini gak jauh beda dengan Gili Trawangan. Pulau kecil yang dikelilingi oleh pantai yang indah dan berpasir putih. Di dermaga tempat keluar masuk pengunjung, kapa-kapal kayu atau kapal cepat berjejer rapi. Kapal ini siap diberangkatkan kapan saja, untuk melayani pengunjung.




Begitu sampai pulau, ternyata Gili Air gak beda Jauh dengan Gili Trawangan. Namun sekarang Gili Air sudah lebih ramai dibandingkans saya pertama kali datang ke pulau ini. Penginapan juga sudah banyak. Mulai dari resort mewah sampai penginapan sederhana yang disewakan penduduk. Tarif penginapan yang sederhanapun harganya juga murah, mulai dari 150 ribu rupiah permalam. Terjangkaukan? Tapi bedanya penginapan ini gak pakai AC, hanya pakai kipas angin. Penginapan kelas backpacker ini biasanya ada di dalam, dekat pemukiman penduduk. :)





Sama dengan Gili Trawangan, di Gili Air ini transportasi bermesin dengan bahan bakar fosil dilarang. Karena menimbulkan polusi yang mengganggu pengunjung. Untuk eksplore Gili Trawangan, kamu bisa naik delman yang ditarik kuda atau menyewa sepeda. Menyewa sepeda tentu lebih murah tarifnya, sekitar 25 hingga 40 ribu rupiah sepuasnya, tergantung nego ya... :)

Di dekat dermaga di Gili Air ini, delman dan kudanya berjejer rapi. hehehehe... menunggu pengunjung datang. 





 Atau kalau kamu suka jalan kaki, kamu bisa nikmati pemandangan kiri-kanan jalan. Sepanjang jalan ini banyak toko-toko pakaian , restoran atau minimarket.


Tujuan kami ke Gili Air adalah untuk snorkeling. Akhirnya setelah berkeliling dan bertanya lokasi mana yang bagus, kami mampir ke restoran pinggir pantai yang lokasinya dekat dengan tempat snorkeling. 

Indahnya Gili Air juga gak kalah dengan Gili Trawangan, lautnya berwarna hijau toska dan jernih. Hanya saja di Gili Air lebih tenang dibandingkan Gili Trawangan. Kalau Gili Trawangan dikenal dengan pulau pesta, di Gili Air ini lebih banyak keluarga yang datang. 




Berkeliling Gili Air ini gak harus nginep kok, kamu bisa datang pagi-pagi dan ikutan trip snorkeling ke beberapa tempat, kemudian kembali pulang ke Senggigi atau Mataram. Oh ya, kalau mau ikutan Trip snorkeling, kamu harus datang pagi-pagi, maksimal jam 8. Ikutan trip bareng ini biayanya lebih murah dibandingkan sewa perahu sendiri. Untuk sewa perahu sehari bisa 600 ribu sampai satu juta, tergantung tawar-menawar. 

Seru juga kan? :)

Happy Travelling

sarie :)












Posting Komentar