Daedunsan, Gunung Batu di Korea yang eksotis



Hari ketiga di Korea Selatan, saya ketiban rejeki nomplok. Teman yang sedang dinas di negeri gingseng ini mau bergabung untuk jalan-jalan keluar kota Seoul. Hari pertama perjalanan, kami naik gunung, yaitu Daedunsan alias Gunung Daedun. Bahasa Koreanya gunung adalah san, jadi Daedun-san adalah gunung Daedun.

Gunung ini sangat unik dan eksotis, karena puncaknya terdiri dari batu-batu besar. Seperti di lukisan yang sering kita lihat. Selain itu, dari atas pemandangannya luar biasa cantik. Salah satu spot yang terkenal adalah jembatan merah yang menghubungkan ke batu besar, jembatan ini namanya Geumgang Geurumdari.

Rencananya kami ingin sampai pagi-pagi sekali di gunung ini untuk dapat suasana kabut, tapi hehehe... udara dingin di luar dan hangatnya kamar membuat perjalanan ke Daedunsan ngaret dari rencana semula. Di peralihan musim gugur ke musim dingin, cuaca di luar berkisar 5 hingga minus 2 derajat. Hehehe.. kebayangkan dinginnya :p

Jam 8 tepat kami berangkat dari kota Ansan, naik kendaraan milik temen saya ini. Ansan adalah kota industri yang berada dekat Seoul. Perjalanan Seoul-Ansan sekitar satu jam-an. Sehingga dari Ansan ke Daedunsan bisa lebih cepat.



sekitar jam 10 lewat kami sudah sampai di gunung Daedunsan. Dari parkiran mobil,  gunung baru ini sudah terlihat jelas. Indahnya...



Hari itu, gak banyak pendaki yang ingin hiking di gunung Daedunsan. Mungkin karena cuacanya memang dingin, yaitu mencapai nol derajat celcius di bawah. Namun, cuaca di luar cerah, langit berwarna biru dan masih ada matahari. Alhamdulillah ya.. masih ada matahari. hehehe

Hiking atau naik gunung di Korea ini seperti wisata. Bila tak ingin terlalu capek, kamu bisa naik kereta gantung hingga pertengahan menuju puncak. Tapi bila ingin hiking dari bawah juga bisa. jalurnya sangat rapi, dan tangga dan ada pegangannya yang terbuat dari besi. Jadi kalau kesasar tuh hampir gak mungkinlah. hehehe



Sebelum naik ke gunung Daedunsan, kami melewati jejeran warung makan yang ada di sebelah kanan. Warung makan ini menyediakan aneka makanan hangat, seperti ramen, fish cake, pancake dan dijual pula arak beras. Arak beras ini khas Korea dan diminum untuk menghangatkan badan karena mengandung alkohol. Disebelah kiri jalan, berjejer pohon maple. Di musim gugur, pohon-pohon ini berwarna merah. Daun maple di jalan masuk ke Daedunsan memiliki bentuk daun lebih kecil.



Gak jauh dari jalan masuk tadi, ada stasiun cable kar atau kereta gantung. Bila ingin naik kereta gantung, biayanya 9.500 won pulang pergi. Untuk sekali jalan 6 ribu won. Buat kamu yang gak mau terlalu capek, karena masih banyak tempat yang ingin dituju, bisa naik kereta gantung. Perjalanan kereta gantung ke atas, menjelang puncak gak lama hanya sekitar 5 menitan. Bila memilih hiking perjalanannya dari bawah hingga ke stasiun cable car di atas sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Tergantung cepat atau lambatnya kamu naik. :p



Gak jauh dari stasiun kereta gantung atau cable car, kamu hiking sekitar 5 menitan ke atas untuk menuju  jembatan paling terkenal di gunung ini, namanya jembatan Geumgang Geurumdari. Jembatan berwarna merah ini akan menghubungkan ke batu besar yang namanya Imgeumbawi. Jembatan ini tingginya sekitar 81 meter dari bawah dan panjangnya 50 meter. Dari batu besar ini pemandangan sekitar sangat indah. Kita juga bisa lihat pucak gunung ini yang terdiri dari jejeran batu besar.



Kalau kamu mau uji adrenalin, silahkan naik tangga merah ke puncak batu gunung ini. Tingginya tanggal sekitar 30 meteran, tapi pemandangan bawah nya spektakuler. Wuaah...




Meskipun naik gunung dibantu cable car, tapi untuk mencapai puncak masih harus nanjak dan berkeringat. hehehehe...

Uniknya di Korea, kebanyakan yang hiking adalah nenek-nenek dan kakek-kakek. Mereka berkelompok dan membawa peralatan gunung lengkap. Mulai dari pakaiannya hingga ransel dan sepatu khusus naik gunung. Gak heran deh orang tua di Korea tuh kuat-kuat.

Mereka ini juga baik loh, ketika saya istirahat di atas gunung dan masuk ke salah satu warung untuk makan fish cake, mereka malah nawarin makan. Ngasih nasi, pancake, telur gulung, kimchi.. waah... nyam nyam nyam. Selain itu, karena saya pakai jilbab, mereka juga tau saya gak makan babi. Mereka bilang gak ada babi.





Kami juga di tawarin arak beras. hahahaha.. Dengan berat hati kami menolak juga. Satu lagi, fish cake yang kami makan mereka bayarin... waduh rejeki nomplok banget kan. Kalau kata kepercayaan orang Korea, mungkin dalam kehidupan saya dulu, saya berjuang membela negara. Hehehehe... :p

Bagaimana ke Daedunsan?

Ketika berkunjung ke gunung ini, saya beruntung, sebab teman saya bawa kendaraan. Hehehehe... lumayan kan. Tapi menuju ke gunung ini sebenarnya gak sulit.

Dari beberapa sumber, untuk ke gunung Daedun, bila kamu dari Seoul, kamu bisa naik KTX dari Stasiun Yongsan ke stasiun Daejeon. Perjalanannya sekitar satu jam. Turun di stasiun Daejeon naik taksi ke Daejeon Seobu Terminal atau Daejeon West Bus Terminal. Biayanya sekitar 6 ribu hingga 7 ribu won. Dari terminal ini naik bus ke tujuan gunung Daedun nomer 34. Lama perjalanan sekitar satu jam-an. Bis ini sampai kaki gunung Daedun persis.

Nah mudahkan?

Kalau kamu mau kembali ke Seoul, bisa dengan jalur yang sama. Namun bila mau ke Jeonju bisa naik bis ke Jeonju. Karena lokasi gunung ini dan Jeonju gak terlalu jauh. Atau kalau kamu mau ke gunung ini dari Jeonju juga bisa.

Happy Travelling

sarie



















Posting Komentar