Mengunjungi lokasi syuting Winter Sonata di pulau Nami (Namiseon)




Pulau Nami atau yang bahasa Koreanya adalah Namiseon adalah salah satu pulau wisata yang wajib dikunjungi. Pulau kecil yang berdiameter 6 kilometer dan seluas 460 ribu meter persegi ini tak terlalu jauh dari kota Seoul. Daya Tarik pulau ini adalah alam yang indah, dengan pohoh-pohon besar yang berjejer rapi.

Bagi pecinta drama Korea, kamu pasti tau dong drama Winter Sonata yang diperankan oleh Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo. Salah satu tempat syutingnya di pulau ini. Tak heran, drama yang populer di sejumlah negara di Asia termasuk Indonesia, membuat nama pulau Nami Makin terkenal.

Sebelum berkunjung ke Name island, saya browsing dulu foto-foto dari tempat ini. Memang indah-indah, apalagi dengan jejeran pohon besar. Saat musim gugur, warna daunnya berubah jadi merah dan kuning. cantikkan?





Dari guest house saya di Seoul, tepatnya dari Hongdae, saya naik subway dan dilanjutkan dengan ITX menuju ke stasiun Gapyeong. Perjalanan dari Hongdae ke stasiun Gapyeong ini sekitar satu setengah jam. Tarifnya sekitar 4 ribuan won. Tepat di depan stasiun Gapyeong ini ada mobil pariwisata. Hanya dengan membayar 5 ribu won, kita bisa berkunjung ke banyak tempat, diantaranya Namiseon, Petite French, The Garden of Morning calm. 


Bus ini hanya sampai jam 6 sore, jadi bila ingin mengunjungi banyak tempat kamu harus datang lebih pagi. hehehe




Nah, sampai depan pulau Nami, kita harus membayar uang masuk ke pulau termasuk tiket kapal penyeberangan. Untuk tarif normal tiketnya 10 ribu won. Namun ketika saya ke sini, sedang ada diskon dan hanya membayar 8 ribu won. Hehehehe...

Untuk menarik wisatawan, pulau Nami ini diibaratkan sebuah negara, yaitu Naminara Republik. Jadi untuk masuk ke pulau ini harus melalui imigrasi dan pakai Visa. hehehe...Semua aturan ini sih cuma main-mainan saja... :P.  Visanya sendiri adalah tiket masuk yang kita beli :p


ayo masuk naminara republik

antre beli tiket

kapal penyebrangannya lucu ya :)

 Setelah beli tiket, kami antre untuk naik ke kapal penyeberangan. Kapal penyeberangan dari dan ke pulau Nami ini banyak, sehingga gak harus menunggu lama. Sekitar 10-15 menit kapal kami sampai
di pulau Nami.

penumpang kapal masuk naminara republik

Kesan pertama, menurut saya yng membuat menarik pulau ini adalah keberadaan pohon-pohon raksasa yang berjejer rapi. Pohon-pohon ini jadi objek foto yang sangat indah.

balon-balon membuat pulau makin semarak


Selain itu, kementrian pariwisata Korea ini pandai mengelola suatu tempat menjadi lebih menarik. Di dalam pulau banyak dibangun taman-taman buatan yang dipenuhi pohon maple. taman ini dilengkapi dengan lampu-lampu, patung hingga air mancur. Di pulau ini juga dibangun rumah dan kuil dengan arsitektur Korea. 


"apa kabar"


patung di pulau nami


Pertama menginjak pulau, saya mencari pohon Gilko, ituloh yang daunnya warna kuning dan jadi pohon khas di pulau ini. Tapi saya belum menjumpainya di depan pulau. Pohon Gilko dan pohon maple baru saya jumpai di tengah-tengah pulau. 

Ternyata indah banget... hehehehehe. Tapi sayang, ketika kami ke sana, musim gugur hampir usai dan sedang peralihan ke musim dingin. Jadi daun-daun pohon ginko dan maple sudah banyak yang rontok. Tinggal sisa-sisa sampah daunnya yang menutupi rumput di bawahnya.







Pulau Nami ini tak pernah sepi pengunjung. Saya berkunjung ke pulau ini hari senin, dan pengunjungnya tetap banyak. Selain turis asing yang kebanyakan dari Tiongkok juga banyak dari Indonesia. Wisatawan domestik juga banyak yang datang ke pulau ini. Jadi untuk foto di spot-spot menarik, seperti di pohon gilko, agak sedikit susah. Di mana-mana ada orang. hehehehe..

Agak di tengah pulau, ada hutan yang daunnya  merah. Tempat ini agak kosong... jadi lumayanlah bisa foto dengan tenang. Hehehehe



Buat penggemar drama Winter Sonata, jangan lupa untuk berfoto di depan patung pemain drama ini. Tapi kamu harus sial-siap antre. Hahahaha.. Satu rombongan bisa setengah jam foto di depan patung. Karena lelah menunggu, ya Sudah... skip aja. hehehehe...

Selain patung, juga ada foto-foto drama Winter Sonata di tempat ini. Karena spot ini lebih sepi, fotonya di sini saja ya... 



Di belakang pulau, ada sebuah pintu yang menuju kuil. Pintu besar dengan arsitektur Korea ini mengundang untuk masuk ke dalam. Ternyata di belakang pulau tak kalah indah. Selain menjumpai rumah-rumah atau vila yang bisa disewakan, di sini juga banyak pohon maple . Keren deh. Ada satu pohon maple besar sekali. Pohon ini seperti jadi penghias bangunan di dekatnya.


Pulau nami mendapat nama dari pahlawan Korea Selatan, yakni Jendral Nami. Jendral Nami ini masih keturunan dari dinasti Joseon. Di pulau ini pula sang jenderal dimakamkan. Mau coba cari makamnya?

Kalau kamu kelaparan usai mengelilingi pulau Nami, mampirlah ke cafe nami. Kamu bisa mencoba pancake manis khas Korea. Enak loh, dalamnya seperti ada kacang merahnya. Harganya juga murah, seribu won. Bisa dinikmati dengan secangkir kopi.

Di musim gugur dan musim dingin, Pulau Nami sangat dingin. Ketika saya ke sana bulan november 2016, suhu udara sampai 2 derajat celcius. Makanya di sejumlah tempat di pulau ini ada perapian terbuka untuk menghangatkan tubuh. 



Setelah puas berkeliling, kami kembali ke tempat datang semula dan naik kapal penyeberangan untuk menuju ke halte bus pariwisata .

Untuk menuju ke pulau Nami, kamu bisa langsung tanpa menggunakan kapal penyebrangan, yaitu menggunakan flying fox. Tau kan flying fox? turun ke bawah menggunakan tali. Hehehe.. berani terima tantangan?

Kalau kamu tertarik ke pulau Nami lebih mudah, kamu bisa ikut wisata halal dengan Cheria Travel. Travel ini memiliki paket tur wisata halal Korea. Keuntungannya ikut paket tur wisata, kamu gak akan nyasar dan tentu saja lebih asyik. Karena akan bertemu teman-teman yang menyenangkan. :)

Happy Travelling

sari :)











'
Posting Komentar