Puncak Gunung Cikurai di atas awan




"Each fresh peak ascended teaches something"
-Sir Martin Convay-

Mendaki gunung sampai ke puncak membutuhkan banyak tenaga, usaha dan mental yang kuat. Puncak gunung memang bukan tujuan utama kita dalam mendaki gunung. Namun puncak gunung adalah bonus yang tak tehingga nilainya. Itulah mengapa, setiap pendaki ingin memperoleh bonus terbesar.. menggapai puncak gunung.

Puncak Gunung Cikurai berada di ketinggian 2.818 m dpl. Puncak gunung ini adalah tertinggi nomer empat se Jawa Barat. Bila melihat medannya, tak mudah mencapai puncak Cikurai. Namun bila kamu sudah berada di puncak, lelah dan letih hilang semuanya.

Berbeda dengan gunung lain Jawa Barat yang umumnya pernah meletus dan masih aktif, gunung Cikurai ini tidak memiliki kawah. Gunung ini bentuknya kerucut, sehingga puncaknya pun kecil. Namun ada tanah datar sedikit. Sehingga masih bisa mendirikan tenda di puncak.

Mekipun tak berkawah, puncak gunung Cikurai memberikan pemandangan luar biasa. Dari atas puncak kita bisa melihat awan-awan dibawahnya bergulung-gulung. Awan ini menutupi bukit-bukit yang berada di sekitar Cikurai. Kabutnya dan bukit-bukit membentuk siluet yang cantik sekali kala pagi tiba.





Ketika saya mendaki gunung Cikurai, cuaca sedang mendung. Bahkan awan tak beranjak pergi. Pagi hari, matahari baru terlihat terbit sekitar pukul 6  pagi. Waah ya... mataharinya kesiangan. hehehe. Namun tetap saja, pemandangan di sekitar gunung sangat cantik. Kabut-kabut yang menutupi langit perlahan terbuka. 

Para pendaki yang setia sudah menunggu kemunculan matahari pagi. Umumnya mereka akan bersorak dan bertepuk tangan bila matahari muncul. Wah seru ya... :)


Dari atas puncak gunung Cikurai ini kita juga melihat kota Garut di malam hari. Lampu-lampu dari rumah penduduk dan jalanan berkedap-kedip layaknya kunang-kunang.

Bila ingin melihat indahnya kota Garut kamu harus bangun lebih pagi. Yaah sekitar jam 4 an atau setengah lima. Menembus dinginnya malam dan menikmati indahnya panorama dari atas puncak. Bukan hanya lampu-lampu yang membuat indah. Bila kita keluar pukul 4 pagi, bintang-bintang dan gugusan bintang Bima Sakti masih menghiasi langit malam. Indah kan....



Menikmati puncak gunung sama dengan mengobati rasa lelah setelah seharian mendaki. Jadi, nikmatilah :)

Transportasi ke gunung Cikuray

1. Dari Jakarta (terminal bis Kampung Rambutan) ke Garut (terminal Guntur)
2. Dari terminal guntur ke jalur pemancar (jalan raya patrol cilawu) naik angkot biru 06. Bila rombongan lebih baik sewa angkot, supaya lebih mudah.
3. Dari perkampungan depan naik ojek ke pos pemancar, biayanya 40 ribu rupiah
4. Mendaftarkan peserta yang akan mendaki dan membayar uang masuk untuk naik gunung di pos pemancar. 

Happy trekking

Sari :)






Posting Komentar