Jangan takut turbulensi di pesawat



Apa yang paling gak menyenangkan dari naik pesawat? Yap.. turbulensi. Saya sendiri sebenarnya gak suka naik pesawat. Apalagi kalau take off dan landing. Bikin jantung dek-dekan. Mata harus tertutup sambil doa dan dzikir? hahahaha.. yap begitulah. Mungkin hal ini bukan dialami oleh saya sendiri, tapi sebagian besar penumpang pesawat. heheheheh :P (cari temen).


 Saya pernah kena turbulensi hebat dalam penerbangan Tokyo-Chicago. Pesawat sampai turun cukup jauh kayaknya, soalnya jantung kayak mau copot dan gelas wine penumpang sebelah saya sampai goyang-goyang dan isinya tumpah. Kedua penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Saat itu cuaca yang cerah mendadak mendung. Pesawat yang take off sempat berhenti seketika kemudian naik lagi dengan kemiringan sangat tajam. Saking takutnya dan gak sadar, saya memegang tangan penumpang sebelah. Wajah pucat.....sambil zikir. :(

Setelah turbulensi selesai, saya dikasih tau kalau ternyata penumpang satu pesawat teriak-teriak dan tegang semua. (kecuali penumpang anak-anak yang kegirangan setelah pesawat kembali normal.

Kata teman saya, selama mesin pesawat masih menyala.... penerbangan masih aman :(. Tapi tetep ajaa... phuuufffff....

Kamu pernah mengalami turbulensi saat terbang?



Turbulensi apa sih? Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat, baik besar maupun kecil. Namun bila mengalami turbulensi, pertama yang harus dilakukan  adalah tetap tenang dan jangan panik. 

Turbulensi bisa terjadi pada berbagai kondisi. Awan adalah salah satu penyebab turbulensi. Dari jendela pesawat, awan memang cantik ya, berarak-arak dan membentuk aneka ragam bentuk. Namun awan ternyata menandakan kondisi udara yang tidak stabil. Salah satu awan yang berbahaya dalam penerbangan adalah comulonimbus.





Namun ternyata bukan hanya saat cuaca berawan saja yang menyebabkan turbulensi. cuaca cerah juga bisa mengakibatkan turbulensi. Bahayanya, Sang pilot belum sempat memberitahukan penumpang, namun pesawat terjadi guncangan turbulensi. Kalau penumpang gak pakai sabuk pengaman, bisa bahaya.



Kondisi ini pernah terjadi oleh penerbangan Etihad dan Hong Kong Airlines di atas pulau Kalimantan. Penumpang mengalami luka-luka karena tak memakai sabuk pengaman.

Nah, yang penting lagi, selama perjalanan di dalam pesawat usahakan memakai sabuk pengaman. Saya biasanya gak pernah melepas sabuk pengaman, kecuali ke kamar kecil. Bila dalam kondisi aman, sabuk pengaman saya kendurkan dan bisa bebas bergerak.

Meskipun terjadi tubulensi, kamu gak usah kahawatir menggunakan moda transportasi udara. sebab. sebenarnya, turbulensi adalah hal wajar ketika naik pesawat. Turbulensi bukanlah penyebab pesawat jatuh, sebab pesawat di rancang untuk tahan goncangan, angin kencang dan badai.




Apalagi, pilot yang akan membawa kita terbang sudah tau bagaimana cara menangani pesawat yang mengalami turbulensi. Sebelum terbang mereka sudah diberi laporan mengenai kondisi cuaca wilayah yang akan dilalui. Sehingga para pilot ini sudah tau di daerah mana kemungkinan terjadi guncangan atau turbulensi.


Oh ya, saat ini para ahli juga sedang mengembangkan teknologi untuk menahan turbulensi. Semoga penelitiannya cepat selesai ya, dan turbulensi bisa ditangani dengan lebih canggih.

Bagaimana, masih takut naik pesawat?

Happy Travelling

sarie :)
Posting Komentar