Duh.. buruknya infrastruktur di Nusa Ceningan


Mendengar kabar duka soal ambruknya jembatan yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, mengingatkan saya dengan buruknya infrastruktur di pulau-pulau ini. Ketika saya berkunjung ke Nusa Penida ditahun 2015, saya berkesempatan juga mampir ke Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan.



Dari Nusa Penida, saya ikut rombongan teman yang akan menjemput tamu di Nusa Ceningan. Lumayan bisa ikut kapal motornya dan keliling pulau. Pulangnya sambil menuju ke Nusa Penida bisa mampir untuk menyelam dan snorkeling di sekitar Nusa Ceningan.



Dari Nusa Penida perjalanan ke Nusa Ceningan gak terlalu lama, sekitar 15 menit, mungkin kurang. Karena kami jalannya santai saja sambil menikmati keindahan hutan bakau disekitar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Juga menikmati perkampungan nelayan di sekitar pulau-pulau ini.



Kami menjemput teman di jembatan kuning. Jembatan ini menghubungkan antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Dari jauh kami bisa melihat jembatan ini berada di selat Ceningan, yaitu selat yang memisahkan dua pulau.



Dari kejauhan jembatannya cukup bagus, mirip dengan jembatan sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan. Namun ketika mendekat, ternyata jembatan ini hanya terbuat dari besi dan kayu. Lebar jembatan yang hanya sekitar satu hingga satu setengah meter dan beralaskan kayu, hanya bisa dilalui oleh satu motor. Orang yang akan melewati jembatan ini juga tak bisa banyak.

Bila dilalui motor atau orang yang berjalan agak banyak. jembatan ini akan berbunyi. Kriieek.. krieek.. hehehe agak ngeri-ngeri sedap ya.. :P



Ketika saya ke jembatan ini tahun lalu, tampak jembatan sedang diperbaiki. Namun hanya bentangan-bentangan talinya saja. Sementara kayu yang menjadi alas berjalan dan besi-besi yang mulai keropos belum ada perbaikan.






Padahal setiap hari jembatan ini menjadi satu-satunya infrastruktur yang bisa digunakan warga dari Nusa Ceningan ke Nusa Lembongan yang melalui jalur darat. Bukan hanya warga sebenarnya, namun juga turis banyak yang melewati jembatan ini. Turis asing senang datang ke Nusa Ceningan, Nusa Lembongan dan Nusa Penida karena alamnya yang sungguh indah.

 Di Nusa Ceningan kita bisa menikmati pantai-pantai berpasir putih dan juga melihat pura yang banyak terdapat di pulau ini. Potensi wisatadi kedua pulau-pulau ini tampak sekali belum digarap dengan benar. Seharusnya pemda setempat memperhatikan pulau-pulau ini, apalagi jaraknya yang cukup dekat dari pulau Bali, yaitu hanya sekitar 30-45 menit dengan kapal cepat.

 Padahal wisatawan asing yang datang ke Nusa Ceningan, Nusa Lembongan dan Nusa Penida bisa mencapai satu juta orang perahunnya. Nah kalau di garap benar, tentu saja akan menguntungkan. Bukan hanya pemerintah pusat , daerah tapi juga meningkatkan ekonomi warga setempat.



Sekitar Nusa Ceningan ini ada beberapa lokasi wisata yang banyak diminati turis asing dan lokal. Diantaranya adalah gua burung walet dan Pura Bakung. Anda bisa juga menyelam dekat Nusa Ceningan, yang disebut spot patung Budha. Arusnya memang agak kencang di lokasi ini, tetapi keunikannya, membuat kita ingin kembali lagi ke sini.




Sayangkan kalau alam Nusa Ceningan, Nusa Lembongan dan Nusa Penida yang indah tidak dimanfaatkan dengan baik. Semoga saja, kasus robohnya jembatan yang  memakan korban jiwa ini bisa jadi pelajaran berharga buat pemerintah, pemda setempat dan semua pihak.

Happy travelling

sarie :)




Posting Komentar