Ketika Musim kawin komodo tiba


Musim Kawin Komodo terjadi antara bulan Mei hingga Agustus. Bulan September, komodo betina menyimpan telurnya untuk kemudian menetas. Biasanya pada musim kawin ini komodo jantan lebih agresif  dan mencari komodo betina.

Namun saat saya berkunjung ke Taman Nasional Komodo, di pulau Komodo pada bulan Juli, saya gak menjumpai komodo yang berada di alam liar. Kalau kata guidenya, memang di musim kawin biasanya komodo berada di atas bukit atau pindah ke pulau lain, untuk mencari betinanya :). Jadi biasanya untung-untungan juga bisa lihat komodo kawin. hehehe... mungkin tergantung amal perbuatan.. :p


Taman Nasional Komodo memiliki tiga pulau besar, yaitu pulau Komodo, pulau Rinca dan pulau Padar. Di ketiga pulau ini komodo-komodo sering berpindah tempat dengan cara berenang. Iyaa.. berenang, komodo ini memang hewan yang serba bisa. Komodo bisa belari kencang, manjat pohon dan berenang. Makanya, ketika berkunjung ke Taman Nasional Komodo ini kamu harus mentaati aturan. Karena Komodo hewan purba yang berbahaya.



Untuk melihat komodo di habitat aslinya, kamu bisa berkunjung ke pulau Komodo atau pulau Rinca. Di pulau ini sudah disiapkan akomodasi dan guide untuk turis. tiket masuk ke pulau Komodo sudah termasuk tiket ke pulau Rinca. Untuk Guidenya sudah di tetapkan, yaitu 80 ribu rupiah perorang. Bila ingin kasih tip sih gak apa apa, hehehe...

Pulau Komodo ini sangat luas, sekitar 390 km2. Pengunjung akan ditawarkan oleh guide disana untuk menjelajah pulau komodo. Ada 4 pilihan jalur, yaitu jalur pendek, jalur sedang dan jalur panjang. Ada juga jalur adevntur, namun bila mengambil jalur ini harus datang pagi-pagi karena jalur ini cukup panjang.

rute-rute trekking di pulau komodo

Setelah memilih jalur yang ditempuh, guide akan memandu kita untuk masuk hutan. Nah, komodo sangat sensitif dengan suara dan bau. Kalau ada bau darah dia akan mendekat, namun bisa kita terlalu berisik mereka biasanya menjauh.

Di dalam hutan kita harus tetap waspada, sebab komodo bisa muncul dari mana saja. Hutan yang luas ini ternyata tempat tinggal hewan lain, seperti burung, ayam hutan, babi hutan dan rusa. Saya melihat cukup banyak binatang-binatang ini. Namun mereka segera pergi ketika mendengar suara kedatangan kami.

menyusuri hutan


kijang berlarian menghindari adanya manusia

Selama perjalanan kami menjumpai sumber air yang biasanya menjadi tempat minum bagi hewan di hutan temasuk komodo. Namun kami tak menjumpai satu ekorpun komodo di sumber air ini. Kami juga melewati hutan asam. Nah, kenapa dinamakan hutan asem? karena di areal hutan ini banyak pohon asem. hahahaha.. Mungkin supaya mudah menghafalkan tempatnya :P

mata air tempat komodo minum




Setelah sampai di ujung rute panjang, kami ternyata belum menemukan satu komodo-pun. hehehe... Akhirnya guide membawa kami ke bukit sulphure. Di atas bukit ini ada menara BTS, sehingga sinyal hp lancar jaya. Jadi jangan takut gak bisa eksis ya kalau ke pulau komodo... di sini, setiap saat bisa upload foto liburan.. hahahaha

Sampai atas bukit sulphur pun kami tak kunjung menemukan komodo. Ketika berpapasan dengan rombongan keluarga dari Italia kami bertanya apakah mereka sudah melihat komodo. Ternyata mereka baru melihat satu komodo, tapi kecil. hehehe.. yah.. minimal dah lihat komodo lah yaa...:


Untuk menghilangkan rasa kecewa kami karena gak bisa melihat komodo di alam liar, guide membawa kami turun dan menuju ke hutan dekat pantai yang terbuka. Ternyata di sana ada satu komodo yang sudah tua berbaring di bawah pohon. heheheh.. kata guidenya, komodo ini menjadi solusi bagi turis yang ingin melihat komodo, namun tidak menemuinya selama trekking. Yah.. kaya saya inilah.. hehehe


Oh ya, mau beli suvenir komodo di pulau ini? kamu bisa berjalan ke arah kiri. Di sana banyak toko-toko yang menjual aneka suvenir hingga makanan dan minuman. Suvenir yang ditawarkan juga beragam, mulai dari kaos hingga patung komodo dari kayu hasil kerajinan warga setempat.




Nah... Tertarik ke pulau komodo?

Salam,

sari :)
Posting Komentar