Kota Sibu, kota tua yang cantik di Semenanjung Malaysia



Mungkin gak banyak orang yang mengetahui kota Sibu yang terletak di semenjang Malaysia alias Serawak. Ya kota kecil ini lebih populer dikalangan pebisnis perkebunan, khususnya kelapa sawit. Sebab Kota Sibu dikelilingi kebun Kelapa Sawit milik perusahaan besar, termasuk milik pengusaha Indonesia.

Namun, selain kebun sawit, kota Sibu ternyata memiliki tempat wisata yang tak kalah cantik dengan kota lain di Malaysia. Sibu selain memiliki Pagoda yang cukup indah, yaitu Tua Pek Kong, juga memiliki pasar tradisional terbesar di Malaysia. Kota ini berada di pinggir sungai besar, sehingga kerap dilalui oleh jalur perdagangan sejak dulu. Maka tak heran, kota ini memiliki gedung-gedung tua yang terawat rapi. Karena kota ini tak terlalu besar, kita bisa berkeliling dalam sehari. Mau coba?



Bila kita googling tempat wisata menarik di kota Sibu, Serawak, salah satu yang akan keluar adalah Pagoda Tua Pek Kong. Dari jauh kita sudah bisa melihat Pagoda ini, karena memang arsitektur bangunannya yang sangat menarik. Terlihat menjulang tinggi dari kejauhan. Kalau di Indonesia mirip dengan Pagoda di Semarang dan Palembang (di pinggir sungai Musi). Karena ternyata memang ada hubungannya antara Pagoda di Serawak ini dengan di Indonesia. 


Pagoda ini sudah ada sejak aban ke-19 dan berasal dari Dinasti Qin. Pagoda ini dibawa oleh orang-orang dari China bagian Selatan dan disebarkan ke Malaysia, Indonesia dan Singapura. Sehingga ketiga negara ini memiliki arsitektur bangunan pagoda yang serupa.

Untuk mengunjungi pagoda ini tak sulit, kita bisa berjalan kaki. Sebab kota ini tak terlalu besar. Bila mengunjungi pagoda ini jangan lupa untuk ke naik ke atas. Dari atas pagoda ini kita bisa melihat kota Sibu yang cantik serta sunga besar yang mengalir melewati kota ini.

Pagoda Tua Pek Kong ini juga mudah dicari, karena berada di pinggir sungai Rajang. Sungai Rajang ini sangat lebar. Di Indonesia mirip-mirip dengan sungai Musi.

Waktu paling tepat untuk datang ke Pagoda Tua Pek Kong adalah saat perayaan imlek. Pagoda ini akan dihias sangat cantik. Warga kota Sibu yang 70 persen keturunan TiongHoa juga banyak berkunjung ke Pagoda ini.


Sungai Rajang yang lebar ini digunakan sebagai transportasi di Serawak. Sungai ini membelah pulau Kalimantan bagian utara, dan melewati beberapa kota diantaranya adalah Sibu, Miri dan Kuching. Sehingga transportasi sungai sangat diandalkan dalam membawa barang. Selain itu, pemandangan sunset dari sungai Rajang ini sangat indah. Setiap sore, banyak warga sekitar yang sengaja datang ke sungai untuk memandangi matahari tenggelam.



Selain pagoda, kota Sibu juga memiliki pasar tradisional terbesar di Malaysia. Pasar ini bernama pasar sentral Sibu. bangunan bertingkat dua ini sangat besar dan luas. Berbeda dengan di Indonesia, pasar sentral Sibu sangat bersih. Sehingga berbelanja di sini sangat nyaman.

Aktivitas pasar sentral Sibu berjalan 24 jam. Namun yang paling ramai adalah subuh hingga pagi hari. Karena saat ini banyak pedagang yang menjual bahan makanan segar. Mulai dari sayuran hingga lauk pauk. Bila ingin mencari makanan matang alias kuliner, bisa ke lantai dua. Semua makanan Malaysia, terutama khas kota Sibu di sajikan di sini.



Lokasi pasar Sibu ini tak jauh dari Pagoda Tua Pek Kong. kita hanya jalan menyusuri sungai, kemudian berbelok bisa melihat bangunan besar. Sekali lagi, semua bisa dilakukan hanya dengan berjalan kaki. Selain jaraknya dekat, saya juga tak melihat ada angkutan umum yang melewati daerah ini.


Di malam hari, jangan takut kesepian di Sibu. Meskipun kota ini kecil, namun geliat ekonominnya berlangsung sampai malam. Anda bisa mengunjungi pasar malam di kota Sibu. Pasar malam ini sangat menarik, hampir semua benda dijual di sini. Mulai dari pakaian, alat listrik, alat rumah tangga, bahkan mobil juga ada yang dijual di sini. Tak lupa untuk mencicipi kuliner khas kota Sibu ya, yaitu bakpao dan dimsum. Bakpaonya enak... tapi hati-hati bagi yang muslim, isi bakpaonya kebanyakan daging babi :)


Jalan-jalan di kota Sibu, jangan lupa untuk menikmati suasana kota dengan bangunan tua. Arsitektur bangunan-bangunan ini mirip dengan gaya Eropa, karena kota ini pernah di jajah oleh 3 negara Eropa, yakni Belanda, Portugis dan Inggris.


Bangunan tua di kota Sibu ini tetap dipelihara dengan baik. Bahkan sebagian besar digunakan sebagai restoran atau tempat makan. Sebagian ada juga yang digunakan sebagai gedung pemerintahan. Keberadaan bangunan kuno ini justru menambah daya tarik tersendiri bagi kota Sibu.

Secara pribadi, saya menyukai kota ini. Kota kecil yang ramah dan tak terlalu bising.:)

mau coba menjelajah Sibu?
enjoy ya.. :)

Sarie


Posting Komentar