Nikmatnya Lalampa Toboli




Dalam perjalanan pulang dari Parigi Moutong ke Palu Sulawesi Tengah, saya tertarik dengan warung di pojok jalan yang terlihat ramai. Dari dalam mobil, saya membaca kain penutup warung, "Raja Lalampa Toboli". Insting makan-makan saya langsung keluar dan meminta pak Iwan, driver mobil sewaan kami untuk minggir sebentar dan mencoba lalampa.

Mobil yang sudah terlanjur melaju, harus mundur. Setelah mobil berhenti di depan warung.

 "Mbak kalau mau beli lalampa di warung paling pojok saja. Itu yang paling enak. Sayang juga sebenarnya kalau sampai sini tak makan lalampa" ujar pak Iwan.

Memang sepanjang jalan ini, ada banyak warung yang menjual lalampa. Namun saya menuruti perkataan pak Iwan. Biasanya penduduk daerah sini lebih tau di mana makanan yang enak. Setelah saya amati, warung di pojok jalan ini memang paling ramai.

Lalampa Toboli, adalah satu makanan khas dari Sulawesi Tengah. Salah satu warung yang tak berhenti membakar lalempa, adalah warung Raja lalampa Toboli. Warung ini terletak persis di pojok jalan pertigaan yang menghubungkan Makassar-Gorontalo-Manado dan poros utama menuju kota Palu yang terletak di pantai barat Sulawesi Tengah.




Lalampa adalah semacam kue, mirip lemper atau lontong, namun lalampa ini lebih panjang dan langsing. Bahan utama pembuatan lalampa adalah beras ketan putih dan ikan bakar yang digiling halus lalu ditumis dengan bumbu tertentu.

Pembuatannya juga mirip pembuatan lemper, beras ketan putih di kukus dengan santan hingga matang. Dalamnya diisi dengan ikan yang telah digiling halus dan ditumis, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Ujung-ujungnya ditusuk dengan lidi.

Sebelum disajikan, lalampa yang sudah dibungkus daun pisang ini dibakar diatas arang sekitar 5 menit. Sehingga pembeli bisa menikmatinya dalam keadaan hangat.





Bedanya lalampa enak biasanya pada isinya. Di warung ini, isi ikan dalam lalampa banyak, sehingga tambah nikmati. Ketan yang gurih dipadu dengan tumis ikan yang enak dan sedikit pedas. mm... yummi... makannya gak akan cukup satu.

Karena enaknya makanan ini, biasanya banyak pelancong akan mampir ke warung ini bila melewati Toboli. Menikmati lalampa ini sambil minum kopi sungguh nikmaat... Tak lupa biasanya mereka membeli lalampa untuk oleh-oleh keluarga dan kerabat. Harga lalampa ini juga terjangkau, 5 ribu rupiah bisa dapat 3 buah. :)




 Uniknya lagi, warung lalampa ini tak membuka cabang dimanapun. Si pemilik hanya menjual lalampa nya di pojok pertigaan jalan Trans Sulawesi. Padahal sudah mendapat tawaran untuk membuka cabang di Palu dan Parigi.

Pelanggan di warung ini, bukan hanya pelancong atau warga sekitar yang melewati jalan ini. Namun juga para pejabat daerah setempat.

Oh ya, sebenarnya lalampa ini bukan hanya makanan khas di Toboli. Lalampa ini juga jajanan di Manado, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Nah, bila melewati jalan trans Sulawesi jangan lupa mampir sejenak untuk menikmati lalampa...

selamat mencoba

sarie :)
















Posting Komentar