Donggalaku sayang Donggalaku malang...(part 1)




Donggala, salah satu tempat wisata laut di Sulawesi Tengah. Letaknya tak jauh dari Palu, sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil. Salah satu pantainya yang terkenal adalah Tanjung Karang. Namun sayang, pantai ini dipenuhi sampah. Rasanya... sedih sekali melihat pantai yang indah ini penuh dengan sisa makanan dan minuman manusia :(




Pantai ini tak seperti pantai yang biasa saya kunjungi. Kalau pemandunya belum pernah ke tanjung karang, tampaknya agak susah menemukan pantai ini. Mobil yang kami sewa dari Parigi melewati ruas jalan kecil dan berkelok seperti masuk gang. Tapi karena supirnya sudah pernah ke Tanjang karang, tak sulit menemukan pantai ini.

Pantai Tanjung Karang tak terbuka, menuju pantai dan melihat laut kita harus melewati jajaran rumah-rumah penduduk. Lalu keluar jalan dan barulah melihat pantai. Pantai ini pun dikelilingi dengan kios-kios kayu, sehingga tak bisa terlihat dari luar.

Sebenarnya, pantai Tanjung Karang ini cukup menarik. Pasir putih dan lembut serta air laut yang jernih mengundang untuk berenang. Namun sayang sekali, pengunjung ke datang ke pantai Tanjung Karang mengabaikan kebersihan. Sampai tersebar di sepanjang pantai, bahkan sampai plastik bekas minuman tak sedikit yang mengambang di atas laut. Namun tampaknya, masyarakat yang berkunjung ke pantai ini tak merasa risih dengan sampah-sampah yang bertebaran.



Belum lagi, penjual makanan dan pakaian yang membuat kios di bibir pantai, membuat suasana pantai terasa sumpek. Kapal-kapal juga banyak berjejer di laut, sebagian adalah kapal wisata untuk melihat karang di bawah laut. Sebagian kapal untuk banana boat. Suasana di laut bercampur antara orang-orang yang berenang dan kapal-kapal yang ditambah agak ke tengah.



Di pantai Tanjung karang ini juga ada resort. Resort ini biasanya digunakan para turis untuk diving di sekitar Donggala.



Di sepanjang resort ini, tepatnya dekat tebing terumbu karangnya sebenarnya bagus. Namun sayang banyak yang rusak oleh para wisatawan atau tukang perahu yang menambatkan perahunya di karang-karang. Sungguh sayang...



Cerita soal snorkeling di Donggala, akan saya tulis bagian berikutnya,

save our earth!
sarie :)
Posting Komentar