Bangkok, kota serbu candi


Bila Jakarta dikenal dengan kota seribu mesjid, maka Bangkok terkenal dengan kota seribu candi. Di Bangkok hampir semua rumah memiliki wat alias candi. Bahkan di jalan-jalan, candi banyak dibangun sebagai tempat ibadah umat Budha.

Beberapa candi yang besar dan bagus -bagus berada di sepanjang sungai Chao Phraya. Misalnya saja Wat Phra Keuw yang juga dikenal dengan nama the Emerald Buddha Temple, Wat Pho yang dalamnya ada patung budha sedang berbaring dan terbuat dari emas, Wat Traimit atau golden Buddha Temple, Wat Arun, istana raja dan banyak lagi.

Hampir semua candi di sepanjang sungai Chao Phraya menarik. Namun ada beberapa yang menarik hati saya. Misalnya saja Wat Phra keuw atau yang dikenal dengan nama The Emerald Buddha Temple. Menuju ke Kompleks candi di Bangkok ini tidak sulit. Bisa naik transportasi umum atau taksi. Tapi hati-hati bila menggunakan tuk-tuk, semacam bajaj di Bangkok. Mereka sudah terkenal suka menipu turis.

di Bangkok saya menginap di kawasan turis, jalan Rambuttri. Ternyata dari sini bisa menjangkau kompleks candi dengan berjalan kaki, melewati Khaosan Road. Sejak dari bandara Swarnabhumi saya sudah mengumpulkan peta Bangkok, agar lebih mudah untuk menjangkau lokasi-lokasi wisata. :)

Berbeda dengan bandara di Jakarta, di Bangkok semua informasi bisa diperoleh lengkap mengenai tempat wisata, belanja hingga tempat hiburan malam dan hotel. Seandainya pemerintah Indonesia mau mulai ramah pada turis dengan memberi informasi dengan mudah, saya yakin Turis ke Jakarta pun bisa seramai seperti di Bangkok. Ah... lagi lagi seandainya.. hehehe


Oh ya, Kembali ke Wat Phra Keuw, ternyata candi ini adalah yang paling terkenal di Bangkok. Candi ini persis berada di sebelah Grand Palace atau istana raja. Di candi ini ada Emerald Buddha atau patung budha terbuat dari zamrud, sehingga semua orang dari penjuru Thailand datang untuk bersembahyang di candi ini.

Wat Phra Keuw yang dibangun tahun 1786 dilengkapi dengan patung-patung budha emas, patung-patung figur yang dipahat, serta beberapa candi-candi yang dibangun di kompleks ini. Patung emerald Budha ini memiliki sejarah panjang. Hampir 2 ribu tahun yang lalu patung ini terkubur dan terlupakan. Tahun 1434 barulah ditemukan kembali. Patung budha ini sebenarnya terbuat dari giok hijau dengan pakaian emas. Namun karena terlihat seperti emerald atau zamrud, maka disebutlah sebagai the Emarald Buddha.



Beberapa biarawan juga ada yang tinggal di candi ini. Namun di beberapa candi, ada pula yang ditinggali oleh ribuan biarawan.



Grand Palace

Dari Wat Phra Keuw, kita tinggal berjalan ke sebelahnya untuk mengunjungi Grand Palace. Di istana raja ini kita bisa melihat Throne room, tempat raja Thailand, Bhumipol Adulyadej diberi mahkota. Oh ya, di Thailand juga harus hati-hati, terkadang ketika kita bertanya ke orang di mana Grand Palace, mereka mengatakan istana tutup. Padahal Grand Palace tidak tutup. Itu salah satu alasan mereka untuk menawarkan jasa tuk-tuk atau kendaraan ke lokasi wisata lain. Jadi langsung saja menuju Grand Palace dan jangan terlalu banyak bertanya pada orang.

Kemudian kunjungan di lajutkan ke Wat Pho, tempat patung budha emas berbaring. Patung Budha ini berukuran raksasa, sehingga sangat menarik. Tak aneh pula bisa Candi ini banyak dikunjungi turis. 



Salah satu candi atau Wat yang menarik adalah Wat Arun atau temple of the down. Disebut seperti itu karena kita bisa melihat matahari terbenam dari candi ini. Banyak kartu pos Thailand dengan gambar Wat Arun saat senja. Sungguh indah. Sayang  sekali kami sempat motret Wat Arun saat senka, karena waktu kami terbatas di Bangkok dan malamnya harus menuju Phuket, 

Menuju Wat Arun tidak sulit. Candi ini berada di sisi lain dari sungai Chao Phraya. Dari depan Wat Pho kita menggunakan kapal penyebrangan. Waktu tempuhnya juga sangat sebentar, karena sungainya tak terlalu lebar.

kapal penyebrangan ke Wat Arun


Di Wat Arun, kita bisa mendaki hingga puncak tertinggi candi. Dari atas tampak pemandangan kota Bangkok dan sungai Chao Phraya, sungguh indah... apalagi bila foto di sini saat senja. Wah....

Sungai Chao Phraya


Wat Arun dibangun ketika ibukota Thailand masih di Ayutthayah, atau lebih dari 600 tahun yan lalu. Candi ini dibangun dengan gaya Khmer dan memiliki satu tower paling tinggi di tengah, yang dikeliling oleh empat tower lebih kecil.



kantor pemerintahan dari atas Wat Arun


Bangunan Candi ini ditutupi dengan kaca dan porselin yang sangat indah. 

porselin dan kaca yang melapisi Wat Arun




Wat Arun juga tempat yang populer saat perayaan Loy Krathong pada bulan november.  perayaan Loy Krathong adalah orang-orang Thailand melepas krathong atau perahu kecil dari daun pisang ke sungai Chao Phraya. Melepaskan krathong dari Wat Arun diyakini bisa memberi keberuntungan.

salah satu bagian Wat Arun


 Sebenarnya masih banyak candi-candi yang tersebar di seluruh penjuru Thailand. Bahkan hampir setiap rumah dan jalan-jalan juga memiliki tempat ibadah. Mereka bisa beribadah di mana saja. Hal ini sangat mengingatkan pada Bali. Hem.. :)



 ENjoy Bangkok :)

Sarie




Posting Komentar