Tamu tak undang saat liburan



"Wooi .. Wooooi... wooooi..."

Teriakan dari kamar sebelah memecah keheningan dini hari sekitar pukul 3. Kami semua langsung bangun dan terkaget-kaget dengan suara itu. kemudian saling bertanya.

"ada apa... ada apa?"

Kami bertiga langsung keluar kamar dan menuju kamar sebelah. Suasana dikamar sebelah sangat kacau. Pintu terbuka lebar, lampu menyala terang, penghuni kamar berhamburan keluar dan berteriak. Mereka berusaha mengejar tamu tak diundang malam itu.



"Ada maling.. ada maling"

Semua langsung sibuk mengecek properti masing-masing.

"Tas kamera gue ilang..hp gue juga gak ada" teriak xeno

"Tas abang juga gak ada nih" sambut suamiku

Semua kembali keluar. Kini pemilik villa ikutan keluar dan menanyakan apa yang hilang. Sebagian dari kami keluar dan mengelilingi villa. Berharap si pelaku masih bersembunyi di dalam villa. etelah dicari berkeliling, si pelaku alias pencuri ternyata sudah lari.

Kami semua lemas dan duduk di beranda villa kayu yang kami sewa di ujung genteng. Baru kali ini kami kedatangan tamu tak diundang saat liburan. Semua pasrah dan saling mengecek barang-barang apa saja yang diambil. Tiga buah tas kamera beserta kamera DSLR, 3 buah handphone yang sedang di charge ikut raib. serta satu tas punggung suami saya berisi baju juga hilang.

Salah seorang dari kami sempat mengenali di pelaku yang masuk ke kamar. Wajahnya mirip dengan tukang ojek yang membawa kami kemarin ke ombak tujuh. Karena tukang ojek masih saudaranya penjaga villa, kami coba tanyakan. Namun si penjaga villa tak tahu menahu soal itu. Rumahnya pun agak jauh dari villa. Pak penjaga villa baru bisa mengecek besok pagi.

Kami semua duduk dan lemas, membayangkan barang-barang yang hilang bernilai puluhan juta rupiah. Satu orang mencoba menganalisa bagaimana di pencuri masuk kemudian berhasil kabur. Ternyata malam itu pintu kamar tak ditutup, dengan alasan panas. Lampu yang terang dan pintu terbuka mengundang pencuri untuk masuk. Ketika ia tengah mengumpulkan barang, salah satu penghuni kamar bangun dan langsung terik. Si pencuri kaget, langsung kabur sambil membawa barang curiannya dan segera memanjat pohon jambu agar bisa melompati pagar bambu. Anjing penjaga yang selalu menyalak bila ada orang baru datang, malam ini tak keliatan sama sekali di villa kayu. Hal ini membuat kami semakin yakin, bahwa tamu tak undang semalam sudah mengenal baik anjing penjaga villa kayu.

Akhirnya, para pria berusaha melakukan rekonstruksi sesuai dugaan awal. Kemudian mengecek sekali lagi sekeliling villa sampai keluar. Kami menemukan jejak si pencuri ditanah yang setengah basah. Terlihat dari jejaknya kalau ia tak menggunakan alas kaki.

Malam ini kami masih bersyukur, tak jauh dari jejak-jejak kaki, di dalam semak-semak kami menemukan tas -tas yang diambil di pencuri. Rupanya pelaku tak berhasil membawa 3 tas kamera yang cukup berat. Setelah diperiksa, si pencuri hanya mengambil 3 buah handphone dan satu ipod milik suami saya.


Itulah orang Indonesia, sudah kecurian masih saja merasa untung. hehehe..

Malam itu, kami tak bisa tidur. Sebagian melanjutkan tidur namun dalam kondisi was-was. Paginya bersama penjaga vila kayu kami menuju rumah tukang ojek yang diduga di pencuri. Namun, istrinya mengatakan dia masih tidur dan tak bisa diganggu. Kami berusaha memaksa, namun bapak penjaga villa menjamin bukan ia pelakunya.

Akhirnya, pagi itu juga, diiringi hujan kami meninggalkan ujung genteng. Kami tak ingin mencari masalah lebih jauh, apalagi kami bukan penduduk asli sana. Pengalaman ini jadi pelajaran penting bila traveling ke tempat-tempat asing atau yang baru didatangi.


Tipsnya traveling ke tempat asing :

1. Selalu waspada dan tak mudah percaya dengan orang lain
2. Jangan tunjukkan barang-barang berharga anda di tempat umum. Bila ingin memotret keluarkan alat yang dibutuhkan
3. Sebelum tidur, kunci semua pintu. Jangan memancing orang lain untuk masuk.

selamat berwisata :)
sarie






Posting Komentar