Kampung Nemo dan Terumbu karang buatan di Pahawang, Lampung


Bapak ini adalah salah satu nelayan yang berinisiatif membuat terumbu karang buatan di Pahawang, Lampung. Ia dan beberapa nelayan di pulau Pahawang membuat kerangka besi yang dialasi dengan kawat yang kuat. Kerangka besi ini kemudian di tanam ke dasar laut dengan cara dicor.

Kerangka-kerangka besi yang berjumlah lebih dari lima ini ditanami dengan karang-karang yang didapatkan dari sekitar pulau Pahawang dan sekitarnya. Terumbu karang ini sudah mulai tumbuh dan menjadi habitat ikan di sekitar pulau Pahawang. Bukan hanya terumbu karang, di sini pun surganya nemo alias ikan badut.




Lokasi terumbu karang buatan berada di antara pulau Pahawang besar dan pulau Pahawang kecil. Terumbu karang buatan dibuat semenarik mungkin, untuk menjaring para wisatawan datang ke tempat ini. Para nelayan bahkan membuat tulisan 'PAHAWANG' pada salah satu kerangka besi yang akan ditanami terumbu karang.




Setiap hari, para nelayan bergantian menjaga terumbu karang buatan mereka. Dan hebatnya, para nelayan ini mengeluarkan dana sendiri untuk membuat kerangka besi dan menanamnya di dasar laut.

namun sayangnya, beberapa kapal yang membawa wisatawan kesini bersandar terlalu dekat dengan terumbu karang buatan. Padahal bila terlalu dekat jangkar kapal bisa merusak terumbu karang buatan, bahkan merusak anemon anemon yang tersebar di sini. Duh.. sedihnya. Sayang, kesadaran para travellers ini masih kurang. Si tukang perahu pun harus diteriakin dulu, baru mau menyingkir #sigh

Saya sudah dua kali ke Pahawang, dan baru tau kalau di sini ada terumbu karang buatan. Bila cuaca baik, terumbu karang buatan ini bisa terlihat dari atas . Ratusan tahun lagi, karang-karang kecil berwarna-warni ini  pasti akan menjadi taman laut yang indah. sekarang pun banyak ikan hias yang mampir ke terumbu karang buatan ini.



terumbu karang buatan berwarna-warni


terumbu karang buatan 


Di sini bukan hanya ada terumbu karang, tapi juga ada anemon, rumahnya ikan badut alias nemo. Anemon ini jumlahnya bukan hanya satu atau dua, tapi banyak. Bergerombol di sekitar terumbu karang buatan ini. Ikan nemo nya juga banyak. Free dive disini senang sekali, karena bisa bermain-main dengan ikan badut yang jumlahnya sangat banyak. Waah.. baru kali ini juga lihat kampung nemo. hehehe

anemon berwana-warni disekitar terumbu karang buatan
Saya terharu melihat usaha para nelayan di Pahawang ini. Mereka sukarela buat menjaga dan melestarikan terumbu karang. Padahal di bagian lain di perairan Indonesia masih banyak para nelayan yang justru mencari ikan menggunakan bom sehingga merusak terumbu karang.  Belum lagi ulah para wisatawan yang gak paham memelihara lingkungan. Dengan seenaknya mereka menginjak dan merusak karang ketika snorkeling atau nyebur ke laut.

Padahal untuk membentuk terumbu karang, membutuhkan waktu berjuta-juta tahun. Setiap tahun pertumbuhan terumbu karang hanya beberapa milimeter dan terumbu karang di Indonesia membutuhkan waktu 450 tahun untuk menjadi seperti sekarang.



Sayangnya lagi, Indonesia belum bisa mengelola sumber data alam yang melimpah, seperti terumbu karang ini. Menurut laporan reef at risk, Indonesia adalah salah satu negara dengan status terumbu karang yang terancam. dalam 50 tahun, kerusakan terumbu karang naik dari 10 persen jadi 50 persen.



Nah, coba deh para travellers untuk menjaga terumbu karang Indonesia ketika wisata ke laut. Kalau kita rusak sekarang, kasian anak cucu kita gak bisa melihat lagi indahnya alam bawah laut Indonesia.

salam

sarie :)


liburansari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram