Berkunjung ke House of Virgin Mary, rumah peristirahatan terakhir Bunda Maria



Rumah batu kecil yang terletak di atas bukit Bulbul ini jauh dari kesan mewah. Namun suasana disekitar rumah ini sangat sejuk dan adem, sebab dikelilingi oleh pohon zaitun, pohon maple dan pohon buah lainnya. Rumah ini adalah House of Virgin Mary, atau rumah peristirahatan terakhir Bunda Maria. Nah... kenapa ada di Turki ya? 


Setelah sampai di kota Izmir, kami langsung menuju penginapan. Lalu kami mencari makan siang dan beristirahat. Maklum, musim panas di Turki luar biasa panasnya, bisa sampai 40 derajat celcius *kipas-kipas. Akhirnya kami memutuskan tidur dulu dan baru berangkat ke Ephesus sekitar pukul 3 sore. Hehehehehe...

Buat kami, liburan jangan nyusahin diri dan gak usah maksain diri untuk ngejar ke tempat-tempat wisata sesuai itinary. Kalau capek ya tidur, kalau panas ya istirahat aja dulu.. hehehehe :P

Kota Selcuk adalah kota terdekat menuju ke Ephesus atau Efes. Kami memutuskan naik kereta ke Selcuk. Kereta di Turki ini jalannya lambat, jadi harap bersabar ya. Sampai Selcuk sekitar jam 4 lewat. Sampai Selcuk, kami kebingungan harus naik apa.. hehehe, akhirnya memutuskan jalan sampai ke Jalan Utama yang agak besar. Ketika sedang jalan, supir taksi menawarkan mengantar ke Ephesus dan House of Virgin Mary. Untuk ke semua tempat itu bolak balik mereka minta 60 Lira. Akhirnya kami terima tawaran supir taksi. Apalagi untuk ke House of virgin Mary memang tak ada angkutan umum.


Rute pertama kami menuju House of Virgin Mary atau yang diyakini oleh penganut agama Katolik sebagai tempat peristirahatan bunda Maria. Kalau dalam ajaran Islam, bunda Maria adalah Siti Maryam, Ibu nabi Isa. 

House of Virgin Mary terletak di atas bukit, atau sekitar 7 km dari kota Selcuk. Pemandangan dalam perjalanan ke tempat ini sangat indah. 


Sekitar 10 hingga 15 menit kami sampai di pintu masuk House of Virgin Mary. Taksi yang mengantar tidak bisa ke atas, sehingga kami harus jalan mendaki ke atas. Sebelum masuk, terlihat 3 orang penjaga berseragam dan membawa senjata. Sepertinya mereka penjaga dari Vatikan, karena menggunakan pengenal di seragamnya.  Suami saya yang membawa tas kamera sempat diperiksa. Untung aja gak ada apa-apa.. ehehehehe...*dah dek-dekan





House of Virgin Mary adalah salah satu situs sejarah dunia yang dilindungi. Tempat ini juga masuk dalam kompleks Ephesus.



Dalam perjalanan  ke rumah pereistirahatan bunda Maria ini, kami melewati tempat di bawah ini. Gak ada keterangan tempat apa ini. 


 Lalu kami menanjak ke atas dan melewati pintu gerbang dengan patung bunda Maria di sebelah kiri jalan.





Meskipun harus menanjak, suasana di sekitar tempat ini sangat teduh dan sejuk. Pohon-pohon berjajar di kiri dan kanan, sehingga suasananya lebih menyenangkan. Tak jauh dari pintu masuk ini, kita sudah bisa melihat rumah batu kecil yang sederhana. Yang membuat rumah ini berbeda adalah adalah tempat misa di sebelah kiri rumah. 




Berdasarkan catatan wikipedia, rumah Bunda Maria atau House of Virgin Mary atau bahasa Turkinya adalah Meryem Ana adalah biara Katolik yang terletak di gunung Koressos atau bukit bulbul. Rumah ini ditemukan pada abad ke-19 setelah penjelasan dari laporan penglihatan-penglihatan Beata Anne Catherine Emmerich (1774-1824), seorang suster dan visioner Katolik Roma. Belakangan apa yang dilihatnya diterbitkan sebagai sebuah buku oleh Clemens Brentano. 


Biara ini sudah dikunjungi oleh beberapa Paus, pemimpin tertinggi gereja katolik di seluruh dunia. Menurut supir taksi yang kami tumpangi, saat ini pemerintah Turki sudah menjual House of Virgin Mary dan tanah disekitarnya kepada Vatikan. Jadi gak heran kalau kita melihat penjaga dari vatikan di tempat ini.

Saya sempat masuk ke rumah ini, namun tak dibolehkan mengambil gambar. Suasana di dalam rumah ini layaknya seperti tempat berdoa. Biasanya tempat ini penuh oleh pengunjung. Bahkan untuk masuk ke dalam harus antri. Namun, karena kami berangkat sudah sore, pengunjung sudah sepi.



Setelah keluar, ada tempat berdoa dengan lilin di dalamnya. Lalu kita berjalan turun dan persis di bawah house of Virgin Mary, ada mata air yang dianggap suci. Banyak peziarah yang datang ke tempat ini menempatkan cuci muka dan mengambil air dari sini. Memang airnya sejuk dan dingin, mungkin karena ini daerah pegunungan.





Lalu juga ada papan pesan yang panjang menuju pintu keluar. Di papan ini banyak yang menyelipkan kertas doa. Kertas doa yang saya lihat tulisannya aneh-aneh, dan berasal dari seluruh dunia. 





Saya sarankan, bila ingin berkunjung ke House of Virgin Mary ini sebaiknya sore hari. Pengunjung jauh berkurang sehingga lebih leluasa untuk melakukan apa saja. 

Nah, tertarik untuk ke sini? 

Happy Travelling ya

Sari :)





























Posting Komentar