Motret keindahan kota Teheran dari Milad Tower


Setiap mengunjungi kota di suatu negara atau daerah di Indonesia, yang saya cari adalah tempat yang tinggi untuk motret landscape kota. Saya paling suka motret cityscape. Begitupun ketika ke Tehran, setelah browsing ke sana ke mari akhirnya ketemu deh Milad Tower yang merupakan tempat paling afdol untuk motret landscape kota Teheran. :). Salah satu contohnya adalah foto di atas ini.
Dari menara dengan ketinggian 435 meter ini kamu bisa melihat kota Teheran 360 derajat. Dari atas menara ini kamu bisa melihat gedung-gedung di Iran dan lampu kota yang kerlap-kerlip. Duh.. cantiknya.


Milad Tower atau banyak juga yang menyebut Tehran Tower sebenarnya adalah menara komunikasi. Di atas menara ini ada antena yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Baik untuk pemancar televisi, Radio hingga telekomunikasi.

Menara ini adalah nomer 6 tertinggi di dunia, setelah Oriental Pearl Tower di Shanghai China. Sementara Menara tertinggi adalah Tokyo Skytree di Tokyo Jepang.




Milad  tower ini letaknya di luar kota Teheran. Untuk menuju ke Milad tower saya naik taksi, karena waktu saya di Teheran sangat meper. Supir taksi menawarkan 500 ribu riyal dari kota Teheran sampai ke Milad Tower dan kembali ke Teheran.

Tapi sayangnya saya salah berhitung masalah waktu. Saya perkirakan satu jam sampai di Milad Tower dan masih bisa ambil foto sunset dari Milad Tower. Ternyata sore itu jalanan macet parah, akhirnya sunsetnya dapat di jalan deh. hehehehe.

Sebenarnya saya gak nyangka juga, ternyata Teheran, ibukota Iran yang baru saja bebas dari embargo negara barat, ternyata penduduknya pun gak terlalu menderita atau jadi miskin. Mereka justru keliatan bisa makmur dan punya mobil. Meskipun mobil yang beredar di Kota Teheran kebanyakan adalah mobil tua asal Prancis atau Jerman. Ada sih beberapa yang mobilnya baru, tapi bisa dihitung pakai jari.


Jalan-jalan di kota ini juga sudah bagus dan mulus. Saya yakin banget, selepas embargo ini mereka jadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia. will see :)




Balik ke Milad Tower, akhirnya sampai di tempatnya matahari sudah tergelincir dan 5 menit lagi masuk waktu maghrib. Sampai Milad tower kita buka puasa dulu.

Di bawah Milad Tower adalah pusat perbelanjaan alias mall. Banyak toko-toko pakaian bagus dan rumah makan modern serta cafe-cafe. Tempat ini ternyata jadi tujuan utama warga Teharan untuk menghabiskan malam.

Setelah berbuka puasa, saya beli tiket untuk naik ke atap atau rooftop atau dek observatori di Milad Tower ini. Lalu naik ke ke lantai 2, dan ternyata untuk naik ke atap Milad Tower juga harus antri. Walaaah... sedih deh. Melihat antrian panjang, paling gak 2 jam saya harus nunggu.

Karena mengejar penerbangan jam 4 subuh, padahal saat itu dah jam 10 malam, akhirnya mutusin batal naik ke lantai tertinggi Milad Tower.

Sesi foto-foto kita lanjutin di terasnya Milad Tower. Yah.. lumayanlah masih dapat landscape kota Teheran. :(




Nah kalau kamu mau mampir ke Milad Tower, perhitungkan waktu dengan tepat. Lebih baik menunggu sunset di tempat ini daripada salah perhitungan kayak saya. hehehe

Happy Travelling

sarie :)
Posting Komentar