Jangan makan mie instan di gunung

Ransum alias makanan adalah hal penting ketika mendaki gunung. Tenaga yang kita keluarkan harus diganti dengan makanan yang layak dan sehat. Selain untuk menghindari sakit, juga agar selamat sampai bawa. Gak menyusahkan teman lainnya . hehehehe 

Nah.. sekarang bukan jamannya lagi naik gunung makan mie instant. Dulu, waktu sma mungkin iya, naik gunung wajib bawa mie instant, beserta kelengkapannya. Mulai dari kornet hingga keju. Tapi jaman sudah berkembang, bawa mie instant gak jadi andalan. Para pendaki mulai membawa beras beserta lauk -pauk nya untuk dimasak di atas gunung. Seru kan :)
Menu andalan kami ketika naik gunung adalah rendang dan kering tempe. Nasinya bisa dibawa dari bawah atau dimasak di atas gunung menggunakan nesting. Wiih enak kan?

Selain rendang, lauk yang juga praktis untuk dibawa naik gunung adalah ayam ungkep untuk digoreng. Kamu bisa siapin ayam yang sudah diungkep dari rumah, kemudian digunung bisa di goreng. Jangan lupa bawa minyak goreng. Minyak goreng bisa dibawa pakai plastik atau pakai botol supaya gak tumpah.

Selain ayam goreng, membawa tempe juga enak kok. Apalagi membawa tempe ini lebih praktis. Di atas tinggal di goreng.




Ketika mendaki gunung Cikurai, kami masing-masing membawa lauk dari bawah. Untuk makan siang, karena masih diperjalanan dan gak bisa masak, maka membawa manakan dari bawah.

Sore hari begitu sampai camp, kami sudah nyiapin menu ayam goreng, tempe goreng dan sayur sop. Hem... enak kan. Selain itu, juga masak nasi sendiri. Kayaknya sih masak nasi di nesting gampang, tapi butuh keahlian khusus. 

cara memasaknya hampir mirip sebenarnya dengan pola masak di magic jar atau masak di tim. Nasi dengan takara tertentu dimasukan ke nesting dan ditambah air. Kemudian dimasak. Sekali-kali boleh diaduk. Bila sudah matang (airnya mulai kering), matikan api dan tutup nesting rapat-rapat. Nesting ditutup ini agar proses memasak nasi bisa berlanjut. 


Membuat sayur sop, kami membawa sayuran dari bawah. Sayuran tinggal dipotong dan dimasak seperti masak sayur sop biasa. Namun agar praktis, kami membawa bumbu instan alias bumbu yang sudah jadi.


Wah.. makan malam di gunung lebih nikmat dengan nasi, sayur sop, ayam goreng dan tempe goreng. hehehe


Besok pagi? ternyata teman saya sudah menyiapkan menu untuk pagi, yaitu sayur asam dan ikan asin. Seharusnya kami masih punya tempe, tapi karena dimakan oleh babi hutan malamnya, alhasil kami hanya makan ikan asin. hik hiks....


Sarapan pagi di gunung, bukan hanya makan dengan lauk ini, tapi kami juga siapin susu dan teh panas, Enak kan. Naik gunung tidaklah harus makan mie instant. Sebab kita perlu energi besar untuk naik dan turun gunung.

Bahkan tenda sebelah, menyediakan menu pasta, yaitu spaghetti. Nyam.. nyam.. enak ya. Oh ya, jangan takut, masak bukan cuma bagian perempuan. Justru terkadang laki-laki lebih jago masak daripada perempuan. hehehehe :P



Bagaimana? mau coba memasak nasi dan lauknya saat naik gunung?

Happy trekking

sarie :)


Posting Komentar