Awas Babi Hutan di gunung Cikurai


Baru kali ini saya ngecamp di gunung Cikuray didatangi babi Hutan sampai 3 kali. Hehehehe... Bukan cuma datang, si babi hutan ini juga menyantap habis makanan yang kita masak dan melahap semua makanan yang masih aduh. Aduuh sedihnya..

Sore sekitar pukul 4, saya dan seorang teman sudah sampai lebih dulu di pos 7 ini. Dari tempat ini sekitar 5-10 menit ke puncak. Yap dah deket banget. Lalu, teman saya coba survey tempat untuk bisa mendirikan 3 tenda. Maklum, gunung Cikurai ini saat weekend dipenuhi para pendaki. Gak lama temen yang cari lokasi ngecamp datang.

"kita bikin tenda di sini saja. Di sisi sebelah sana katanya banyak babi hutan"

Dengan heran saya tanya, " di sini masih banyak babi hutan?"

"katanya sih begitu. Jejaknya masih ada kok." jawab teman saya ini.

"Okelah... daripada ketemu babi hutan, mending kita menghindar"

Kita langsung mendirikan satu tenda, yang dibawa teman saya. Sementara 2 tenda lain dibawa rombongan lain. Akhirnya, mendekati jam 5 sore, 3 tenda sudah berdiri.



Perjalanan yang cukup melelahkan membuat kami kelaparan. Langsung buka kompor, masak air untuk menghangatkan badan yang kehujanan. Kemudian masak nasi dan lauknya, Bau semerbak makanan yang kami masak bener-bener enak, tanpa kami sadar babi hutan yang berkeliaran.



Habis makan sekitar pukul 8 malam, kami tidur. Karena malam ini rencananya akan motret milkyway. Makanan yang di dalam tenda sebagian ditaruh di luar bersama makanan sisa yang kami buat malam ini. Rencananya, besok akan kami makan lagi. Makanan ini sudah rapi ditutup dengan baik.

Sekitar hampir tengah malam, saya kaget dengar suara dari luar tenda.

"grooook.. grook.. "

Suara ini disertai dengan bayangan dari luar tenda, besar. Tenda sebelah manggil-manggil orang di seluruh tenda.

"Ada  babi hutan di luar. Bang.. ada babi hutan. Bagaimana nih"

Saya dan suami yang sudah tertidur, sontak bangun dengar teriakan dari tenda sebelah. Kami melihat bayangan dua ekor babi dari dalam. Wah babinya besar pula... agak-agak ngeri mau ngusir.

Lalu suami memberanikan diri ngintip dan masuk lagi.

"Babinya besar... dah biarin aja. Khawatir mereka menyerang kita"

Gak lama, suara-suara dari luar tenda kami terdengar lagi. Kali ini suara panci dan sendok yang saling beradu. Seperti Babi hutan ini ngacak-ngacak makanan di luar.

Kami hanya terdiam dalam tenda masing-masing. Sedangkan suami kembali tidur. Hehehehe

Gak lama, suara diluar hening.

"babinya dah pergi bang" teriak teman dari tenda sebelah.

Beberapa teman ditenda sebelah langsung buka pintu tenda dan ngecek keluar. Ternyata benar sudah pergi. Beberapa teman langsung mengecek makanan di luar tenda.

"Waah.. ayamnya habis dimakan, tempenya juga. besok kita makan apa nih" teriak seorang teman
"Kita masih punya ikan asin kok" Teriak yang lain.

hahahahaha...lucu aja dengar mereka ini. Gak tau besok gimana. Yang penting tidur dulu. hehehe

Sekitar jam 2 pagi, kami dengar suara grok grok lagi. kali ini suaranya gak di depan tenda kami, tapi dari belakang dan agak jauh di depan. Kami agak tenang. Namun dari tenda sebrang kami mendengar mereka teriak.

"Babi hutan... ada babi hutan"

 "Wah spaghetinya abis deh. Aduuh .. babinya depan tenda. gimana nih" terdengar keluhan dari tenda sebelah kami yang isinya perempuan.

"Sudah biarin aja, besok aja kita cek lagi. Khawatir nanti diserang"

Saya dalam tenda senyum-senyum kecil, kayaknya kok jadi lucu yah. hehehe....

Sekitar jam 3 pagi, kami mendengar lagi suara-suara berjalan dari luar. Tapi sudah gak lagi makan atau mengobrak-abrik tempat makan kami di depan tenda.

"mungkin makanan dah habis" bisik seorang teman dari tenda sebelah. hehehehehe

***

Esok paginya, setelah turun dari puncak, kami dan teman-teman dari rombongan lain berbicang soal babi hutan ini. Ternyata si babi hutan ini makan semua makanan dari tenda yang ada di sekitar lokasi. Alhasil pagi ini kami semua kelaparan. hahahahaha.. Ada biskuit dan minuman sachet untuk bekal turun gunung Cikurai. Yah.. dasar babi hutan... gak tau diri ya.







Sampai di bawah saya mampir di warung untuk minum dan makan gorengan. Sempat ngobrol sama pemilik warung, ternyata babi hutan ini memang sering main ke puncak gunung. Awalnya babi hutan  lebih banyak di bawah, namun karena di bawah gak ada makanan, mereka mencari makanan sampai atas.

Walah.. hebat bener si babi ya.

Tipsnya selama naik gunung, jangan taruh makanan di luar tenda. Masukin aja semua. Hehehe...

happy trekking

sari :)












Posting Komentar