Sehari Keliling Melaka, Malaysia



Salah satu kota yang menarik untuk di kunjungi di Malaysia adalah Melaka. Kota tua ini memiliki banyak peninggalan sejarah yang menarik dan unik. Dan enaknya, keliling kota Melaka ini bisa selesai dalam sehari. Sebab  tempat-tempat bersejarah dan tempat wisata di kota ini letaknya berdekatan. Gak perlu bepergian jauh, cukup jalan kaki saja atau naik becak. hehehe :)

Kota Melaka memiliki banyak situs sejarah yang terpelihara dengan baik. Bangunan bersejarah di kota ini merupakan peninggalan saat penjajahan Portugis, Belanda dan Inggris. Maka tak heran bila kota Melaka diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

Nah untuk wisata di Melaka, mulailah dari pusat kota Malaka. Di sini  kamu bisa mengunjungi The stadhuys alias red square. Lokasi ini sangat terkenal di Melaka, sebab selain bangunannya mencolok mata karena warnanya merah, di sekitar red square ini juga banyak terdapat peninggalan sejarah yang terawat dengan baik. Stadthuys atau red square ini pada tahun 1650 adalah kediaman resmi gubernur Belanda. Kini bangunan ini menjadi museum sejarah dan etnografi. Dalam museum ini terdapat peninggalan sejarah di jaman penjajahan Belanda dan juga kostum pengantin tradisional Malaysia.

Sebelah red square adalah Christ Church. Gereja kuno yang juga berwarna merah ini merupakan gereja terbesar dalam sejarah Malaysia. Bangunan ini berdiri pada abad 18 dimasa penjajahan Belanda. Dan hingga kini gereja ini masih digunakan.



Tempat yang masih satu lokasi dengan red square adalah air mancur Queen Victoria. Air mancur yang berada di depan gereja ini dibangun pada tahun 1904 oleh pemerintah Inggris. Hingga sekarang, air mancur ini masih terpelihara dengan baik. Lihat kan... masih berfungsi :)



Setelah puas melihat-lihat bangunan bersejarah ini, kamu juga bisa berkeliling kota Melaka dengan menggunakan becak yang dihias menarik. Becak-becak ini dihias dengan aneka bunga plastik. Senang deh liatnya... 



 Dari red square, kamu bisa ke areal belakang dan naik ke atas bukit. Di atas bukit ini ada satu lagi gereja tua yang sudah rusak, namun masih tetap indah. Namanya Gereja St. Paul alias St. Paul's Church. Gereja ini merupakan peninggalan bangsa Portugis dan dibangun tahun 1513.




 Di depan gereja ini terdapat patung pendeta Francis Xavier yang terkenal. Pendeta ini meskipun tak melakukan penyebaran agama kristiani di Melaka secara langsung, namun ia melakukan usaha untuk mencapai kejayaan yang diusung penjajah Eropa.

Konon, gereja ini juga menjadi makan pendeta Francis Xavier, sebelum di pindahkan ke India. Saat ini patung pendeta Francis Xavier ini terlihat tak punya lengan. Namun tidak diketahui sebabnya kenapa.



Reruntuhan gereja ini cukup unik dan menarik. Bangunan-bangunan kuno peninggalan abad ke 16 ini terkadang dijadikan tempat untuk melakukan pemotretan.



 Setelah puas mengunjungi situs bersejarah, kamu bisa melihat keindahan kota Melaka ini dengan naik Menara Taming Sari. Menara dengan ketinggian 80 meter ini terletak di Jalan Merdeka, Banda Hilir. Di atas menara kamu bisa melihat keindahan kota Melaka dari egala penjuru. Waktu yang diberikan hanya 7 menit, jadi puas-puasin yang mengambil gambar selama di atas. Oh ya, untuk naik menara ini harus membayar 20 RM untuk dewasa dan 10 RM untuk anak-anak.


 Letak menara ini juga tak jauh dari bukit gereja St. Paul. Jalan kaki-pun bisa, tinggal menuru bukit sedikit.

Sudah capek berjalan-jalan, saatnya mencari makanan. Lokasi yang paling terkenal di Melaka untuk mencari makanan adalah Jongker street. Jongker street bisa juga disebuh wilayah pecinan atau China Town. Segala macam makanan enak khas Melaka ada di sini.

Sore hari, ketika matahari sudah tak terik lagi, kamu bisa berjalan-jalan menyusuri sungai di Melaka. Sungai di kota ini bersih dan tak bau. Bahkan dijadikan wisata air yang cukup banyak diminati wisatawan.


 Saat malam hari, menyusuri sungai di Melaka ini lebih indah. Ulasannya ditunggu ya :)

Happy travelling
sarie











Posting Komentar