Nemo pemberani di Parigi Moutong



Parigi Moutong salah salah satu tempat di teluk Tomini yang memiliki spot diving dan snorkeling yang tak kalah di indah dengan tempat lain di Indonesia. Di Parigi Moutong, tepatnya dusun Malempa memiliki bebarapa spot diving dan snorkeling. Diantaranya Rose point, house reef belakang kampung Oevolo, Desa arjuna dan beberapa spot lainnya. Spot yang paling bagus untuk diving adalah Ampibabo. Perjalanan dari resort tempat kami menginap di pantai kucing ke Ampibabo membutuhkan waktu sekitar satu jam.



 Guide diving di resort, pak Dar menyarankan agar tak ke Ampibabo dengan kondisi cuaca yang buruk. Karena ombak menuju ke arah sana dikhawatirkan berbahaya.

Niat untuk diving dan snorkeling di Ampibabo pun diurungkan. Hari kedua di Parigi Moutong kami sewa perahu untuk mencari spot snorkeling. Berharap bisa menyelam dan melihat keindahan bawah laut lebih dalam.

Ketika kami berkunjung ke Parigi Moutong di bulan September akhir, cuaca sedang tak bersahabat. Ombak cukup besar dan angin sangat kencang. Padahal di bulan-bulan tertentu, biasanya September hingga April kondisi laut di Teluk Tomini, khususnya di Parigi Moutong sangat tenang, setenang danau. Hampir tak ada ombak dan visibilitynya juga bagus.



Uniknya selama snorkeling di sekitar Parigi Moutong, saya banyak melihat nemo dan anemonnya serta bintang laut . Seingat saya, lebih dari empat jenis nemo yang saya temukan. Mulai dari nemo dengan warna orange strip putih, nemo berwarna hitam strip purih, nemo berwarna pink, nemo berwarna merah dan lainnya.






Anemon atau rumah nemo ini banyak menempel di karang-karang yang sudah mati atau rusak. Anemonnya tampak bergoyang-goyang mengikui arus yang sedang kencang.

Uniknya, ketika saya mendekati nemo, mereka tak takut sama sekali. Bahkan mereka mendekati saya  ke arah kamera. Berusaha mengusir saya jauh-jauh dari rumahnya. Hahahaha.. lucu sekali ekspresi nemo-nemo ini.

Spot-spot snorkeling dan diving di sekitar Parigi Moutong ini tidaklah jauh dari pantai kucing. Kebanyakan berada hampir didekat pantai. Namun beberapa ada di tengah lautan. Lokasi snorkeling atau diving di sini unik, ditengah lautan tiba-tiba masih ada daratan dengan kedalaman 7-8 meter dan berisi pasir.




Misalnya saja di Rose point. Di sini kebanyakan digunakan untuk diving dan berada ditengah lautan. Disebut Rose point karena ada coral atau terumbu karang yang sangat besar membentuk bunga mawar. Giant Rose Coral ini berada di kedalam 7-8 meter. Karena kami tidak diving, akhirnya mencoba mengambil gambar dengan menyelam. Meski visibilitynya kurang baik, tapi lumayanlah...





Disekitar Giant Rose Coral ini banyak terdapat hard coral dan soft coral. Namun memang lebih di dominasi oleh hard coral. Selama snorkeling, saya banyak melihat pinnacle -pinnacle coral di tengah lautan.

Snorkeling di belakang desa Aevolo dan desa Arjuna lebih banyak menemukan hewan makro. Sebab karang-karang di sini sebagian sudah rusak dan sebagian adalah pasir.

Oh ya, bila ingin menjelajah bawah laut Parigi Moutung ini, saya sarankan untuk diving. Karena terumbu karang yang indah, seperti Giant Rose Coral, sponse salvatore, tuba yang besarnya bisa melebihi badan orang dewasa kebanyakan berada di dalam laut dengan kedalaman 10 meter lebih. Namun bagi yang punya kemampuan freediving, boleh juga dicoba. hehehe...


Sayang sekali, gak bertemu dengan Whale Shark alias hiu paus. Beberapa penduduk termasuk guide kami bercerita bahwa hiu paus kerap muncul di Parigi Moutong. Bahkan bulan lalu ada sekitar 10 hiu paus yang masuk ke perairan Parigi Moutong.

Tapi kami cukup terhibur dengan atraksi lumba-lumba di sekitar Parigi Moutong. Lumba-lumba ini keluar di siang hari sekitar pukul 14.00. Mulanya hanya beberapa saja yang muncul memperlihatkan siripnya. Ketika kapal kami mendekati lokasi lulmba-lumba, teman-teman lainnya muncul dan berada di sekuliling kapal. Bahkan salah satu dari mereka sempat melompat ke udara. Sebagian yang lain bermain-main dengan ekornya menghadap ke atas.



Wah... tak terbayangkan dan tak terbayarkan...

Oh ya, bila tertarik ke Parigi Moutong, anda bisa melalui Palu. Dari Palu bisa sewa mobil dari bandara ke pantai kucing, Malempa, Parigi Moutong. Biasanya bila menyebut pantai kucing hampir semua orang tau. Biaya sewa mobil sejenis avanza bervariasi, dari 500 ribu hingg 600 ribu rupiah. Namun bisa juga naik taksi dari terminal. Taksi di Palu berbeda dengan di Jakarta. Taksi ini semacam mobil travel yang akan mengantar kita sampai tujuan. Naik Taksi dari terminal. Jadi dari Bandara harus ke terminal dulu. Biayanya lebih murah, sekitar 50 ribu rupiah. Bila ingin diving, di Parigi Moutong ini baru ada satu dive center yang di kelola pak Rully. Dive Center ini di pantai kucing menyatu dengan resort-nya.


Mau mencoba ke Parigi Moutong?

sarie :)
















Posting Komentar