Bagaimana danau ubur-ubur terbentuk?

Bermula dari rasa penasaran, kenapa ubur-ubur di danau tak menyengat? akhirnya jadi deh tulisan ini :)

 Danau ubur-ubur di palau, dari flickr milik Lucas, Jerman
Danau ubur-ubur berusia sekitar 12.000 tahun. Perkiraan usia ini didasarkan pada kedalaman danau (sekitar 30 meter), perkiraan ketebalan sedimen (setidaknya 20 meter) dan naiknya permukaan air laut sejak akhir zaman es terakhir.

Danau tersebut merupakan laguna dari sebuah atol yang terbentuk dari karang. Pada jaman itu telah terjadi sebuah proses pengangkatan selama beberapa ribu tahun, yang mengakibatkan terumbu karang di sekelilingnya naik ke atas permukaan laut. Danau ubur-ubur ini terhubung ke laut melalui celah dan terowongan di batu kapur dan karang kuno. Namun danau ini cukup terisolasi dan memiliki kondisi berbeda dengan di laut.







Umumnya, danau ubur-ubur memiliki stratifikasi yang mencegah pencampuran air secara vertikal. karena danau ini  dikelilingi oleh dinding batu dan pohon-pohon yang secara substansial menghambat aliran angin di seberang danau yang akan menyebabkan pencampuran. Kemudian Sumber air utama  danau adalah hujan, aliran permukaan dan arus pasang surut melalui terowongan, yang semuanya dekat dengan permukaan. Namun kondisinya sangat berbeda dengan laut disekitarnya.

Danau ubur-ubur ini juga hanya berada di daerah tropis, di mana variasi suhu musiman kecil. Sehingga inversi suhu yang dapat menyebabkan pencampuran vertikal danau di daerah beriklim sedang tidak terjadi.

Kondisi ekosistem dan air yang berbeda ini mengakibatkan terjadi evolusi selama beribu-ribu tahun terhadap mahluk hidup didalamnya, termasuk ubur-ubur. Ubur-ubur di danau ini lama kelamaan tidak memiliki kemampuan untuk menyengat.

Ubur-ubur yang sebenarnya bangsa karnivora menjadi cenderung pasif atau berdiam diri dengan bukaan payung-nya terbalik menghadap ke atas. Mereka memiliki tentakel yang penuh alga simbion untuk fotosintesis.





Hal ini merupakan aksi simbiosis yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Mikroalga dapat menggunakan produk metabolik dari ubur-ubur berupa CO2. Sebaliknya, ubur-ubur dapat menggunakan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis mikroalga.
.





Nah, terjawab sudah, mengapa danau ubur-ubur memiliki banyak alga disekelilingnya. Karena mereka membutuhkan makanan dengan bekerjasama. 




Di Dunia saat ini ada beberapa danau yang memiliki ubur-ubur yang tak menyengat.  Indonesia memiliki 7 danau yaitu di pulau Kakaban dan Maratua, Kalimantan Timur. Di pulau Maratua danaunya bernama danau Haji Buang, namun karena akses kesana sulit, sehingga yang paling terkenal adalah danau Kakaban.


Ketiga danau ubur-ubur di kepulauan Togean.



Di Papua ada tiga danau ubur-ubur, tepatnya di kepulauan Misool Raja Ampat. Pertama danau Karawapop, dan dua danau lain daerah Sumalelen dan di pulau yang belum ada namanya. Karena banyaknya pulau di kepulauan Misool. Terakhir ada di danau Landu, letaknya di desa Landu, Rote bagian timur, Nusa Tenggara Timur. Danau ubur-ubur di luar Indoensia ada di Palau, tepatnya di danau Marine, pulau Eil Malik. Danau ini memiliki ubur-ubur tak menyengat paling banyak.

Jadi masih banyak danau ubur-ubur yang belum saya kunjungi. Di Indonesia saja belum selesai (baru dua dari 7 danau). Ini membuktikan bahwa negri ini sangat kaya, bahkan ada yang bilang seumur hidup menjelajah Indonesia tak pernah cukup.





salam,
Sarie










Posting Komentar