Keindahan Gili Nanggu yang memudar


Nama Gili Nanggu sering sekali saya dengar. Sejumlah teman merekomendasikan tempat ini untuk snorkeling selama di Lombok. Saya sendiri belum pernah mencoba snorkeling di pulau ini. Karena penasaran, ketika ke Lombok awal tahun 2017, saya mencoba snorkeling ke Gili Nanggu. Tapi... lagi-lagi saya kecewa.

Pemandangan bawah laut di sekitar Gili Nanggu ini memang banyak yang rusak. Karang-karang baik hard coral maupun soft coral hancur dan berubah jadi serpihan di bawah laut. Namun masih ada beberapa karang keras yang tersisa. Meski sebagian sudah patah-patah.



Inilah tipikal lokasi wisata di Indonesia yang mudah di jangkau, maka akan mudah pula rusak. Kenapa? karena sebagian wisatawan yang ingin snorkeling atau sekedar melihat-lihat karang dan ikan di laut tidak tau bagaimana berenang yang baik atau snorkeling yang baik.

Mereka dengan mudahnya menginjak karang atau bebatuan di bawah laut, bila sudah merasa lelah. Padahal tindakan ini sangat tak dibenarkan. Selain karangnya rusak, kaki yang menginjak-pun bisa terluka. Apalagi bila tidak pakai fin atau alas kaki dan menginjak karang api, bulu babi atau hewan laut berbahaya lainnya.




Belum lagi kapal-kapal yang membawa para turis yang mendekati pulau seenaknya saja membuang jangkar ke dalam laut. Mereka gak berfikir kalau jangkar yang kuat bisa merusak karang. Dan inilah jadinya laut kita, termasuk di Gili Nanggu. Tak ada lagi keindahan yang bisa dinikmati.



Menumbuhkan karang tidaklah mudah, butuh jutaan tahun untuk membuatnya bisa bagus dan menjadi rumah bagi ikan dan hewan laut lainnya.

Padahal bila karang di bawah laut rusak, ikan sulit ditemukan, para wisatawan tak mau lagi datang. Ujungnya adalah, rakyat sekitar yang mengandalkan pemasukan dari wisatawan hanya bisa gigit jari. Jadi semua pihak dirugikan kan?

Untungnya, di Gili Nanggu saat ini mulai ada upaya rehabilitasi bawah laut. Ketika saya ke sana, kapal-kapal yang akan mendarat diberi tempat khusus. Kapal ini tak boleh parkir di wilayah tertentu. Sehingga karang-karang yang rusak bisa direhabilitasi.

Di Tengah pulau, sejumlah besi penyangga sengaja ditanam di bawah laut. Besi-besi yang dirakit dan ditanami karang-karang laut, baik hard coral maupun soft coral.








Saya sendiri gak tau kapan tepatnya upaya rehabilitasi karang di Gili Nanggi dilakukan. Namun penanaman karang-karang ini membuat ikan-ikan kembali datang. Beraneka jenis ikan bersarang dalam karang yang ditanam ini. Bahkan jenis ikannya beraneka ragam dengan warna yang cantik. Saya melihat ikan nemo dengan strip hitam dan juga beberapa jenis ikan kakak tua yang berwarna hijau dan biru.




Larangan kapal untuk mendarat disembarang tempat juga mulai membuahkan hasil. Di beberapa spot, karang di Gili Nanggu ini masih bagus. Terutama karang yang berada di area dalam. Karena untuk karang yang kedalamnya masih bisa dijangkau manusia, kebanyakan sudah rusak.






Sebenarnya tak ada kata terlambat untuk membenahi Alam bawah laut Gili Nanggu. Upaya rehabilitasi karang dengan menanam kembali, sudah langkah maju. Hanya saja, upaya ini dibutuhkan dukungan banyak pihak. Para wisatawan yang ingin lihat keindahan bawah laut Gili Nanggu hendaknya juga memperhatikan bagaimana snorkeling yang baik tanpa merusak alam.

hehehe.. semangat ya!

Happy Travelling 

sarie :)


















Posting Komentar