Menyelam di Nusa Penida, berteman dengan arus


Nusa Penida punya banyak spot menyelam. Bila melihat peta diving di Nusa penida, hampir seluruh pulau ini memiliki spot-spot menarik. Mulai dari Manta poin, sampai Gamat bay atau teluk Gamat. Semua spot menyelam ini punya ciri khas dan karakter masing-masing.

Namun, satu yang hampir sama ketika menyelam di Nusa Penida, yaitu berteman dengan arus kencang. Jadi harus menggunakan teknik penyelaman arus atau drift diving.

Sangat penting untuk bisa membaca arus ketika akan menyelam, di spot mana pun. Sehebat apapun atau setinggi apapun keahlian yang dimiliki, kalau gak bisa baca arus bisa fatal akibatnya. Mungkin anda masih ingat turis asal Jepang yang hilang ketika diving di Nusa Penida?

Nah, mereka di duga terbawa arus. Jadi penting banget membawa guide lokal yang sudah mengerti arah arus dan karakteristik daerah sekitar.


Di Nusa Penida, saya gak punya waktu banyak. Ketika berkunjung ke sana pun, cuaca mendung dan sedang bulan purnama. Kami hanya di bawa ke spot yang dekat, yaitu Teluk Gamat dan Toyapakeh.

gamat bay

Saya dan suami bermaksud untuk free dive dan snorkeling di teluk Gamat. Kesan pertama ketika masuk ke air laut, dingiiiiin... brrrr. Baru kali ini saya snorkeling dengan air sedingin ini. Namun bawah lautnya yang indah, membuat saya mencoba untuk melupakan rasa dingin.


Bukan hanya dingin, arus di teluk Gamat ini sangat kencang. Sulit melawan arus di teluk ini. Snorkeling seperti gak maju-maju. Akhirnya coba pakai teknik mengikuti arus. Namun jangan terlalu jauh dari kapal.

Syukurnya, tteluk Gamat yang arusnya kencang ini juga menyiapkan tali-tali beberapa area. Tali ini sangat membantu ketika snorkeling atau diving dan terbawa arus. Saya berkali-kali berpegangan di tali ini. Karena sulit untuk balik ke kapal. Berenang dengan gaya apapun gak maju-maju. phuuuf... arusnya gila...

Di sini, saya sama sekali gak berani free dive, karena arus yang kencang. Bisa motret bawah laut nya saja sudah bagus. Beberapa kali kamera maju lebih cepat dari badan kita. hahaha....



Bawah laut teluk Gamat ini masih terjaga sangat baik. Terumbu karangnya sehat dan gak banyak yang rusak karena jangkar nelayan atau jangkar perahu lain. Lagi pula dengan arus deras seperti ini, mana ada nelayan ke sini. hehehehe

Terumbu karang di sini kebanyakan adalah hard coral, namun ada juga yang soft coral. Meskipun gak banyak. Ikannya juga gak terlalu banyak. Tapi bener deh terumbu karangnya masih bagus banget. 

Oh ya, visibility alias jarak pandang di teluk Gamat ini sangat bagus dan jelas. Meskipun arusnya kencang, airnya tetap jernih. Apalagi bila siang hari, matahari masuk hingga ke bawah. :)


terumbu karang di gamat bay








table coral
 Para penyelam yang ke Nusa Penida biasanya mengincar spot crystal bay dan manta poin. Dua spot ini yang terbaik di Nusa Penida. Misalnya saja di crystal bay, karakteristiknya mirip di Gamat bay, air nya dingin dan arusnya kencang. Uniknya, pada bulan tertentu, yaitu Juli hingga pertengahan November ikan Mola-Mola akan muncul.

Mola-Mola adalah sejenis ikan yang besar dan pipih. Hewan ini biasanya muncul di Crystal Bay. Biasanya di bulan-bulan itu, Crystal bay akan dipenuhi ratusan penyelam demi bertemu Mola-Mola.

Sedangkan di Manta poin, penyelam bisa melihat ikan manta yang cukup besar dan banyak. Bahkan lebih sering muncul dibandingkan di Raja Ampat yang musiman.

Nah, tertarik menyelam di Nusa Penida? jangan lupa pelajari teknik mengikuti arus alias drift diving.

Saya pun kalau ada kesempatan, akan mampir lagi ke sini.

Happy Diving :)

sarie





liburansari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram